Dinul Islam

Adab Memakai Jam Tangan Dalam Islam di Kanan atau Kiri

Memakai Jam Tangan

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Yang sesuai sunah Rasulullah, memakai jam tangan di sebelah kanan atau di sebelah kiri?

Berikut jawaban Dr. Sa’d al-Khatslan – Anggota Majlis Haiah Kibar Ulama Arab Saudi –

الذي يظهر أن الساعة كالخاتم فقد يلبس للتزين وقد يلبس للانتفاع به في أمور أخرى ، وقد صح عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه تختم في اليد اليمنى وفي اليد اليسرى ، وقد اختلف العلماء في التوفيق بينها

Makna yang tertangkap, jam tangan itu seperti cincin, yang terkadang dipakai untuk berhias atau dipakai karena ada manfaat tertentu. Dan terdapat hadis yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau memakai cincin terkadang di tangan kanan dan terkadang di tangan kiri. Para ulama berbeda pendapat dalam menyimpulkan perbedaan riwayat ini.

وأحسن ماقيل في ذلك ماذكره الحافظ ابن حجر حيث قال : (ويظهر لي أن ذلك يختلف باختلاف القصد، فإن كان اللبس للتزين به فاليمين أفضل، وإن كان للتختم به فاليسار أولى لأنه كالمودع فيها، ويحصل تناوله منها باليمين وكذا وضعه فيها ( فتح الباري 10/327)

Keterangan terbaik adalah apa yang dijelaskan al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, beliau mengatakan,

’Menurut saya, perbedaan posisi cincin itu karena melihat perbedaan tujuan. Jika tujuan memakai cincin itu untuk berhias, maka tangan kanan lebih utama. Dan jika tujuannya untuk digunakan stempel, maka tangan kiri lebih utama. Karena stempel sebagai pesan terakhir surat, dan bisa diambil dengan tangan kanan.’ (Fathul Bari, 10/328).

Baca   Rencana Pembangunan Masjid Kopenhagen Bernuansa Modern Akhirnya Disetujui

وعلى هذا فإن كان الغرض من لبس الساعة مجرد معرفة الوقت فالأفضل أن تكون في اليد اليسرى ، وإن كان المقصود التزين بلبسها- كما عند كثير من النساء- فالأفضل أن تكون في اليد اليمنى . والله أعلم

Oleh karena itu, jika tujuan memakai jam tangan semata untuk mengetahui waktu shalat, maka yang tepat dipakai di tangan kiri. Jika tujuan memakai cicin untuk hiasan – sebagaimana yang umumnya dipakai wanita – maka yang utama diletakkan di kanan. Allahu a’lam

 
sumber: http://www.saad-alkthlan.com/text-821
Diterjemahkan oleh ustadz Ammi Nur Baits