Simeulue

Aktivis Dorong Pemuda Kembangkan Budaya di Simeulue

aktifvis pemuda budaya simeulue

acehpost.co.id – Banda Aceh | Aktivis dorong pemuda kembangkan budaya di Simeulue. Penulis Novel Aceh 2025 yang juga Aktivis kebudayaan Aceh, Thayeb Lho Angen angkat bicara tentang sejarah dan kebudayaan di Simeulue. Ia menilai kebudayaan dan sejarah merupakan identitas suatau daerah apalagi Simeulue salah satu kabupaten yang terpisah dari daratan Aceh Sumatera.

Dalam kesempatan itu Thayeb meminta kaula muda lebi dituntut perannya dalam menggali serta mensosialisasikan kebudayaan dan sejarah Simeulue. Harapan ini disampaikan saat di temui acehpost.co.id Senin (23/03) di kota Banda Aceh.

“ Mensosialisasikan ini (kebudayaan). Generasi muda harus bergerak, bentuk komunitas-komunitas kebudayaan” ujarnya Thayeb.

Aktivis kebudayaan yang juga pengurus Pusat Kebudayaan Aceh Dan Turki (PuKAT) ini mengaku pernah mengunjungi Simeulue pada tahun 2010. Dimana kala itu kabupaten Simeulue sedang mengadakan serangkaian event penampilan Nandong Kedang Safano.

Thayeb menilai sejarah dan kebudayaan Simeulue masih majemuk, terlihat dari masyarakat Simeulue yang terdiri dari beragam suku. Cara mengembangkan budaya Simeulue sangat berbeda dengan budaya daratan Aceh.

“ Simeulue memiliki karakteristik kebudayaan yang berbeda. Berbeda sangat dengan kebudayaan yang ada di daratan” ujar Thayeb.

Thayeb menyarankan jika ingin mengembangkan kebudayaan Simeulue. Harus di angkat kebudayaan-kebudayaan yang telah lama ada. Dan mengampanyekan kebudayaan Simeulue bersamaan dengan kebudayaan Aceh.

Dalam kesempatan itu, Thayeb meminta sebagai kabupaten yang terpisah dari daratan Aceh. Kaum muda dan masyarakat lebih berperan untuk tetap menjaga kebudayaan Simeuleu.

Baca   Budaya Malu Korupsi

Tidak hanya menyalahkan pemerintah, apabila kaum muda ini membentuk komunitas-komunitas kebudayaan sehingga dinilai positif oleh publik, maka pemerintah ikut terlibat bersama-sama.

Selanjutnya masyarakat Simeulue yang memiliki bahasa daerah sendiri tidaklah menjadi pembeda. “Bahasa harus dijadikan bahasa, bukan menjadi pembeda.” Tutup Thayeb.(hsn/AP & six/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

One comment on “Aktivis Dorong Pemuda Kembangkan Budaya di Simeulue

  1. Sebagai putra Simeulue, saya bangga dengan karakteristik dan keragaman budaya yang ada di pulau Simeulue. Mari bersama kita lestarikan warisan budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *