Features

Asam Keumamah Masakan Perang

Asam Keumamah Masakan Perang

acehpost.co.id – Features | Siapa yang tidak kenal dengan masakan yang satu ini, yang sudah menjadi kuliner khas Aceh pada umumnya. Keumamah adalah masakan khas Aceh yang dibuat dari bahan baku ikan. Ikan yang digunakan biasanya adalah ikan tongkol yang sudah direbus dengan air asam jeruk perut, atau jeruk nipis, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur, atau di salee.

Kemamah atau ikan kayu ini sangat digemari masyarakat Aceh. Walaupun kelihatan sederhana namun rasanya membuat kita ketagihan. Uniknya sejarah Aceh menyatakan kalau masakan keumamah itu masakan “Perang” karena dibuat dengan bumbu yang tahan lama, praktis, dan bisa dibawa kemana-mana. Konon pada zaman dahulu masyarakat membawa masakan keumamah ini saat pengungsian melawan belanda. bahan-bahannya menganut unsur-unsur: awet, tahan lama, tidak mudah basi, tapi bisa menambah nafsu makan.

Orang luar Aceh sering menyebutnya dengan ikan kayu karena sifatnya yang keras. Namun saat ikan ini sudah dimasak maka namanya adalah asam keumamah ikan ini disuwir-suwir dan ditumis. Bumbu yang digunakan cukup sederhana seperti asam sunti, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, dll. Akan tetapi ikan ini juga bisa dikonsumsi tanpa dimasak sebelumnya. Caranya lebih sederhana cukup dengan bumbu seperti di atas kemudian mencampurnya dengan keumamah yang telah disuwir-suwir. hanya dengan cara seperti itu saja makanan ini bisa disantap.

Baca   Di Meulaboh Ditemukan Jasad Ibu dan Anak Terikat Tali Besi di Dalam Sungai

Di zaman yang modern sekarang ini pun masyarakat aceh juga menjadikan makanan ini sebagai makanan yang bisa dibawa kemana-mana. Seperti ke Arab saat melakukan ibadah haji. Ikan keumamah menjadi makanan pokok yang dipilih sebagian jamaah karena bisa bertahan lama tanpa menggunakan bahan pengawet sedikit pun. (lhs/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *