Banda Aceh

Awas! Ada Polisi Meu Pep Pep Di Kota Banda Aceh

acehpost.co.id – Banda Aceh | Awas, Ada Polisi Meu Pep Pep Di Kota Banda Aceh. Ada sesuatu yang unik di kota Banda Aceh. Ia lebih dikenal dengan nama Polisi meu pep-pep, Polisi meu pep-pep tersebut bernama AKBP Adnan. Ia setiap hari selalu berpatroli mengelilingi kota Banda Aceh dengan mobil patrolinya. Dalam aksinya ia sambil mengendarai mobilnya selalu meu pep-pep (menegur pelanggar lalu lintas di jalan raya dengan kata menyeleneh).

Hanya bermodalkan mikrofon di tangan dan sebuah mobil patroli yang sudah dilengkapi dengan pengeras suara. AKBP Adnan dengan sendirinya melakukan aksi meu pep-pep. Namun ada iuga masyarakat yang memprotes secara tidak langsung aksi beliau. Sebab dalam aksinya AKBP Adnan saat mengendarai mobil ia memegang microfon saat meu pep-pep dan melirik kepada pengendara di jalan raya. Jelas hal tersebut sangat berbahaya sebagaimana aturan yang diberikan kepada masyarakat bahwa saat mengendarai mobil atau sepeda motor dilarang memakai handphone karena bisa mengurangi konsentrasi berkendara dan bisa mengakibatkan kecelakaan.

Namun banyak juga kalangan yang memberi dukungan kepada AKBP Adnan. Karena aksinya tersebut dapat memberi efek jera secara langsung kepada pelanggar lalu lintas di kota Banda Aceh. Secara langsung aksinya tersebut dilakukan tanpa pandang bulu. Siapapun pelanggarnya, jabatannya, baik muda ataupun tua sama saja. AKBP Adnan langsung menegurnya dijalan raya dengan kata-kata menyeleneh tapi kedengaran bahasanya lucu sehingga pengendara dijalan raya tertawa dan tidak jarang memperhatikan mobil AKBP Adnan lewat.

Baca   Petani Minta Beras Cantik Manis Dipatenkan

Contoh salah satu bahasanya “ nyan,,,,,,,, nyompat lom, karayek hana pakek helm, hana sayang keu ulee….. enteuk di tepeu lee aneuk ka melee,,,,, karena ayah loen batat ( nah ini lagi, sudah dewasa tidak pakai helm, tidak sayang sama kepalanya, nanti diketahui oleh anaknya baru malu, karena ayahnya tidak taat aturan)”.

Aksi Kepala Pendidikan dan rekayasa Lalu Lintas Polda Aceh itu sebenarnya sangat bagus karena sebagai bentuk sosialisasi dari pihak keamanan terhadap masyarakat secara langsung. Cuma yang dipersoalkan oleh sebagian orang adalah ia beraksi sendiri seharusnya ada pendamping satu orang untuk mengendarai mobil patroli sehingga keselamatan AKBP Adnan bisa terjaga dari kecelakaan.(rmj/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *