Bisnis

BI Segera Luncurkan Uang Baru NKRI

Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan uang baru dengan merek NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan pecahan Rp100.000, 50.000, 20.000, 10.000, 5000, 2000 dan 1000 yang peluncurannya direncanakan pada bulan Agustus 2014.

Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh, Difi A Johansyah dalam siaran persnya di gedung Bank Indonesia Lantai 8, Jumat (14/3) Medan.

“Yang berbeda dari uang lama dengan uang baru tersebut adalah desain warna, lambang/logo serta yang menandatangani di uang baru tersebut berbeda dengan uang lama. Tapi untuk lebih jelasnya, kita tunggu peluncurannya nanti di bulan Agustus,” ucap Difi.

Di sisi lain, aktifitas transaksi non tunai masyarakat Sumut pada Februari 2014 menunjukkan penurunan, baik secara nilai maupun volume dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara nilai transaksi kliring pada februari 2014 turun 9,33% (m-t-m) dari Rp11,50 triliun menjadi Rp10,43 trilliun.

Di samping itu, jumlah temuan uang palsu pada Februari 2014 tercatat sebesar Rp13.760.000, yang terdiri atas 71 lembar pecahan Rp100.000, 125 lembar pecahan Rp50.000, 19 lembar pecahan Rp20.000, 3 lembar pecahan Rp10.000.

Temuan ini menurun 10,29% dibandingkan bulan Januari 2014, namun masih tetap tinggi dibandingkan temuan pada akhir tahun 2013 yang hanya tercatat sebesar Rp6.905.000, hingga Februari 2014.

Tahun 2013, Angka temuan uang palsu masih berada di bawah rata-rata yang mencapai Rp17.365.833, namun kemungkinan peningkatan peredaran uang palsu menjelang pemilu masih tetap diwaspadai.

Baca   Presiden Jokowi Bahas Pelemahan Rupiah

Sementara pertumbuhan KPR Provinsi Sumut s/d pasca diterbitkannya aturan LTV pada Januari 2014 adalah sebesar 4,16 dibandingkan KPR Nasional, share tersebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode Desember 2013 yang mencapai 4,21%.

Demikian juga pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Nasional pada Januari 2014 mencapai 12,48% dari Rp96,62 triliun menjadi Rp108,68 triliun. Pertumbuhan KKB tersebut berbanding terbalik dengan periode Januari 2013 yang mengalami penurunan sebesar 8,16%.


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *