Jurnalis Warga

BP4K Abdya Dinilai Pilih Kasih Dalam Membina Petani

BP4K Abdya Dinilai Pilih Kasih Dalam Membina Petani

acehpost.co.id – Jurnalis Warga | BP4K Abdya Dinilai Pilih Kasih Dalam Membina Petani. Blangpidie, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai pilih kasih dalam melakukan pembinaan terhadap para petani dalam kabupaten setempat.

Instansi yang memiliki tugas dan fungsi sebagai pemberi penyuluhan kepada para petani sawah, perikanan dan kehutanan dianggap hanya fokus kepada petani sawah. Sedangkan petani lainnya yang membidangi kehutanan dan perikanan juga sangat membutuhkan bimbingan dan perhatian khusus.

Kardi, salah seorang petani sawit kepada wartawan Jumat (24/04/2015) mengaku prihatin dengan tindakan BP4K dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Padahal tambahnya, penyuluh merupakan agen perubahan untuk merubah perilaku, sikap dan keterampilan para pelaku utama yaitu para petani. Dengan cara melakukan bimbingan secara kontinue melalui kunjungan ke tingkat kelompok maupun secara langsung mendatangi petani.“Yang terjadi saat ini para petani padi lebih mendapatkan perhatian khusus dibandingkan dengan pekebun, petani tambak ikan dan lainnya. BP4K Abdya lebih fokus terhadap persoalan padi dan menganak tirikan petani komoditi yang lain,” paparnya.

Ia bersama sejumlah petani lainnya mengharapkan, agar BP4K Abdya dapat bersikap adil, dengan memberikan bimbingan kepada seluruh petani secara merata dengan melakukan pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan serta ketahanan pangan secara maksimal.

Secara terpisah, Kepala BP4K Abdya, Ruslan Adli mengakui kalau selama ini para penyuluh lebih difokuskan terhadap pengawasan dan pembinaan dibidang pertanian sawah serta jagung.

Baca   Ini Alasan Kenapa Harus Jauhi Narkoba

Menurutnya, hal itu disebabkan karena keberadaan penyuluh di Abdya masih sangat kurang, sedangkan bidang penyuluhan yang harus dijalankan lebih satu bidang pertanian. Seharusnya, setiap desa harus ada satu orang penyuluh lapangan yang akan membantu para petani dalam mengembangkan dan meningkatkan hasil pertaniannya,“Untuk mengatasi persoalan ini, BP4K telah menjalin koordinasi dengan dinas-dinas terkait, agar dapat bekerjasama dengan melakukan pemerataan penyuluh di setiap bidang pertanian,” ujar Ruslan.

Ia juga mengakui, kalau para penyuluh pada tahun ini lebih difokuskan kepada peningkatan swasembada pangan, namun hal itu tidak berarti para penyuluh mengabaikan petani atau pekebun lainnya.

Disebutkan, jumlah penyuluh dalam Kabupaten Abdya yang diterjunkan ke lapangan untuk membina para petani hanya 98 orang, sedangkan jumlah desa di Abdya mencapai 132 desa. Sehingga para penyuluh mau tidak mau harus membina dua sampai tiga desa sekaligus,“Idealnya satu desa satu orang tenaga penyuluh, sehingga pengawasan dan pembinaan yang dilakukan bisa maksimal. BP4K saat ini kekurangan penyuluh dibidang kehutanan dan perikanan. Meskipun demikian, kita tetap berupaya menjalankan tugas dan fungsi penyuluh dengan merata terhadap seluruh petani. Pada tahun ini, BP4K telah berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar dapat mensinergikan antara tugas penyuluh dengan dinas yang lain,” tutupnya. (Julida)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *