Banda Aceh

BPPA Tuntut Zaini Abdullan Lengser Dari Jabatan Gubernur Aceh

BANDA ACEH – Massa yang menamakan diri Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh (BPPA) berunjukrasa di depan Gedung DPRA, di Banda Aceh, Senin (1/9) siang. Massa BPPA tuntut Zaini Abdullah lengser dari jabatan Gubernur Aceh karena setelah dua tahun lebih memimpin Aceh tidak mampu berbuat adil bagi semua daerah dan golongan. Pendemo juga menilai Zaini belum mampu mewujudkan program seperti disampaikan pada saat kampanye pilkada.

Dikutip dari media aceh.tribunnews.com, sejak pukul 10.15 WIB massa BP2A sudah berdatangan ke depan gedung DPRA. Mereka berorasi secara bergantian yang intinya menuntut Zaini Abdullah mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh. Setelah satu jam berunjukrasa di depan pintu pagar DPRA, massa diizinkan masuk ke halaman gedung dan melanjutkan penyampaian orasi sambil meminta anggota DPRA keluar menjumpai mereka.

Penanggungajawab aksi, Hendra Budian mengatakan, Zaini Abdullah harus mundur dari jabatannya sebagai gubernur Aceh dan meminta DPRA segera mengadakan pansus (panitia khusus) untuk menurunkan Zaini Abdullah. Menurut Hendra, selama menjadi Gubernur Aceh, Zaini Abdullah banyak mengurus hal-hal yang tidak jelas dan tidak mampu menurunkan angka kemiskinan di Aceh. Selain itu, kata Hendra, Zaini juga gagal mendongkrak peningkatan mutu pendidikan Aceh di tingkat nasional.

Hal-hal lain yang belum berhasil dilakukan di antaranya pelimpahanan wewenang Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Aceh berdasarkan mandat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Setidaknya, masih ada empat Peraturan Pemerintah (PP) dan satu Peraturan Presiden (Perpres) yang belum diselasaikan. Zaini Abdullah juga dinilai belum mampu merealisasikan 21 janji politik Zikir (Zaini-Muzakir) yang sudah dituangkan dana Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Baca   PAUD Bintang Kecil Gelar Seminar HARDIKNAS Dan Ulang Tahun Bintang Kecil

Koordinator aksi, Muzakir Reza Pahlevi menilai, Doto Zaini Abdullah tidak membela nasib rakyat kecil. Ia mencontohkan, Zaini menutup tambang operasional emas rakyat yang ada di Tangse, Kabupaten Pidie, padahal, tambang emas itu menyerap banyak tenaga kerja di perdesaan.

Muzakir Reza Pahlevi menandaskan, tuntutan pemakzulan (menurunkan) Zaini Abdullah akan terus dilanjutkan oleh BP2A dengan menggelar demo secara besar-besar di Banda Aceh. Sasaran utama adalah tiga lokasi masing-masing gedung DPRA, Pendopo Gubernur Aceh, dan Kantor Gubernur Aceh.
Demo pemakzulan Zaini dari Gubernur Aceh akan terus ditekan selama 10 hari, mulai 1 sampai 10 September 2014. Untuk itu, BP2A membuka sebuah posko sebagai tempat kumpul di sebuah toko bersebelahan dengan gedung DPRA. “Kami akan terus berdemo hingga Doto Zaini turun dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh,” teriak Muzakir Reza Pahlevi.

Setelah dua jam berdemo, massa diterima oleh Ketua Fraksi Partai Aceh (PA), Tgk Harun didampingi Sekretaris DPRA, A Hamid Zein. Usai pembacaan oleh Hendra Budian, Tgk Harun memberikan pernyataan bahwa ia menerima poin-poin tuntutan BP2A dan akan diusulkan untuk dibahas dalam sidang DPRA. “Saya atas nama pimpinan DPRA menerima usulan saudara dan bersama pimpinan akan berusaha membahas masalah ini,” ujar Tgk Harun.(min)