Bener Meriah

Bupati Lemah, Wilayah Bener Meriah “Dicaplok” Aceh Utara

BENER MERIAH – Surya Apra dan Waladan Yoga dari aktivis LSM Bener Meriah mempertanyakan sekaligus mendesak Pemkab Bener Meriah untuk menelusuri temuan bongkahan semen sebagai patok tapal batas kedua kabupaten (Bener Meriah-Aceh Utara) yang dibuat sepihak oleh Aceh Utara dan saat ini sebagian sudah dihancurkan warga.

”Diklaimnya SD Rikit Musara dan daerah tersebut menjadi wilayah Aceh Utara, karena tidak tegas dan lemahnya diplomasi juga daya juang pemimpin Bener Meriah, untuk mempertahankan, memperjuangkan perbatasan, harkat dan martabat rakyat Gayo ,” sebut Surya Apra dari LSM GEMA, Selasa (2/9/2014).

Menurutnya, kalau bongkahan semen baru dibuat yang diperkirakan berukuran satu meter kali satu meter ini memang benar patok tapal batas Aceh Utara, maka Bener Meriah telah kehilangan kawasan Rikit Musara sekitar ratusan hektare wilayahnya.

Ia menduga, patok tapal batas itu sengaja dibuat pihak Aceh Utara agar dengan mudah menggeser patok tapal batas lainnya (lama) sehingga kini Bener Meriah telah kehilangan wilayah dengan ratusan hektar.

Begitu juga dengan Waladan Yoga, setelah Sarah Gele, Sara Reje, Rubik, Sejudo dan lainnya yang telah dicaplok oleh Aceh Timur. Kini kita harus pasarah kehilangan Rikit Musara yang dicaplok Aceh Utara ”Lalu apa gunanya pemimpin Bener Meriah?” tanya Waladan.

Menurut dia, patok tapal batas daerah itu ditemukan secara tidak sengaja pada saat mereka jalan-jalan ke wilayah tersebut. Batas yang ditemukan setahun lalu sudah dilaporkan ke pihak Bupati Bener Meriah Ruslan Abdul Gani dan Hummas Pemkab Bener Meriah.” Hingga saat ini tidak ada jalan keluar, yang ada Bener Meriah kehilangan wilayah ,” sindir Waladan.

Untuk mencapai bongkahan semen itu membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan atau berjarak tiga kilometer lebih masuk ke hutan belantara kawasan Rikit Musara. Sebelumnya, banyak warga yang tidak mengetahui keberadaan temuan bongkahan semen yang diduga patok tapal batas daerah tersebut.

Pemerintahan Bener Meriah harus meminta Aceh Utara tidak mengotak-atik wilayah tersebut. Karena polemik tentang pencaplokan wilayah sebenarnya tak perlu terjadi jika Pemerintah Bener Meriah tegas.

 

sumber: Leuserantara.com