Banda Aceh

Calon Polisi Aceh Harus Bisa Baca Al-Quran

Calon Polisi Aceh Harus Bisa Baca Al-Quran

acehpost.co.id – Banda Aceh | Polisi Daerah (Polda) Aceh sedang proses penerimaan calon polisi baru, baik untuk Brigadir, Tantama maupun Akpol. Semua calon polisi di Aceh telah diputuskan wajib bisa membaca Alquran sebagai nilai tambah uji kelayakan menjadi polisi di Aceh.

Setiap harinya ada ratusan calon polisi berpakaian hitam putih memadati Mapolda Aceh maupun Mapolresta Banda Aceh untuk mendaftar administrasi. Baru kemudian akan mengikuti tahap seleksi dan pada tanggal 4 Agustus 2015 yang dinyatakan lolos seleksi mengikuti pendidikan.

Kabag Dalpres Polda Aceh, AKBP Yoga Prasetyo, S.IK didampingi Kabid Humas, AKBP T Saladin mengatakan, ini program khusus di Aceh setiap calon polisi diwajibkan bisa membaca Alquran. Meskipun bukan menjadi indikator kelulusan calon polisi tersebut karena membaca Alquran.
“Ini khusus di Aceh karena menerapkan syariat Islam, jadi kita ingin melahirkan polisi yang Islami sesuai dengan perintah Kapolda Aceh,” kata AKBP Yoga Prasetyo, Jumat (8/5/2015) di Mapolda Aceh.

Sedangkan calon polisi Aceh, baik Brigadir, Tantama dan Akpol yang non-muslim nantinya akan disesuaikan dengan agamanya masing-masing. Hal ini sudah dikomunikasikan dengan pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh untuk memfasilitasinya. “Non-muslim tentunya akan diuji sesuai dengan agama masing-masing,” tukasnya.

Menyangkut dengan teknis uji membaca Alquran, sebutnya, pihak Polda Aceh telah berkoordinasi dengan Kemenag Aceh untuk membantu proses pengujian. Nantinya akan dibentuk tim independen dari Kemenag dan unsur Polri pada saat pengujian berlangsung. “Secara pasti bagaimana proses pengujian masih dalam tahap komunikasi, tetapi setidaknya calon polisi bisa membaca Alquran sesuai dengan tajwid yang ada,” imbuhnya.

Baca   Mengapa Merantau itu Perlu?

Adapun tes membaca Alquran untuk calon polisi dilakukan pada akhir seluruh ujian. Pada tahap pertama tes kesehatan, psikologi, akademik, jasmani, tes kesehatan tahap II dan baru kemudian tes membaca Alquran. “Tes baca Alquran itu dilakukan terakhir setelah semua tes lain selesai, kelulusan memang tidak ditentukan bisa atau tidak membaca Alquran, karena kelulusan ditentukan akumulasi nilai seluruhnya, membaca Alquran menjadi nilai tambah,” tutup AKBP Yoga Prasetyo. (tau/AP).


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *