Abdya

Di Abdya Gaji Imam Masjid Hanya Rp.2700 perhari

ABDYA – Sejumlah Imam Masjid Gampong yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku, enggan untuk melaksanakan tanggungjawabnya sebagai pemimpin Imam Masjid. Pasalnya, Gaji yang mereka terima setiap triwulan senilai Rp. 700.000 yang dinilai tidak sebanding dengan tugas mereka.

Para tengku mengaku, setiap tiga bulan sekali pihaknya akan mendapatkan insentif dari pemerintah setempat senilai 600 ribu sampai 700 ribu yang diserahkan langsung kepada Imam Masjid, Tengku Khatib dan Bilal.

“Kami merasa kewalahan dalam menjalankan aktifitas di Masjid tersebut, gaji kami cuma Rp. 2.700 rupiah perhari, coba bayangkan sekarang harga minyak sudah mulai naik, sedangkan rumah Iman rata-rata jauh dengan Masjid,” ungkap salah Imam di Kecamatan Manggeng yang tidak mau namanya di tulis, Senin (25/8).

Dijelaskannya, setiap bulan mereka medapatkan insentif sebesar Rp. 250.000 untuk Imam, sedang untuk Khatib senilai Rp. 200.000 dan untuk Bilal Rp. 200.000 perbulan.
“Namun dari jumlah itu kami ambil setiap tiga bulan sekali dengan jumlah Rp. 600 – 700 ribu rupiah,” terangnya.

Ia berharap kepada pemerintah setempat agar insentif yang diterima setiap triwulan tersebut sebanding dengan tugas mereka.
“Kami berharap kepada pihak terkait agar ada perbedaan dengan insentif yang sudah diberikan dari yang sudah-sudah,” harapnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala dinas Syariat Islam Abdya Rajuddin kepada AJNN mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengimbau kepada seluruh kepala desa dalam kabupaten setempat agar mengatur kembali tugas-tugas pokok para tengku-tengku tersebut.
“Dalam waktu dekat ini kita akan menyurati seluruh kepala desa untuk mengatur petugas Masjid tersebut sesuai dengan jabatannya masing-masing,” kata Rajuddin yang dijumpai AJNN di ruang kerjanya Senin (25/8).

Baca   Sekda Abdya Buka Acara Ujuk Karya Sejumlah Sekolah

Dijelaskan Rajuddin, terkait dengan tugas-tugas pokok untuk setiap perangkat Masjid seperti Imam yang bertugas untuk menjadi Iman dalam masjid tersebut pada saat waktu Shalat. Sedangkan Khatib bertugas untuk menyampaikan Khutbah atau ceramah dan selanjutnya Bilal bertugas sebagai Muazzin pada waktunya.

Selain itu kata Rajuddin, Khadam yang bertugas menjaga kebersihan Masjid, dan terakhir perangkat Masjid tersebut adalah dengan nama sebutan Tengku Sagoe. Ia bertugas untuk melaksanakan Farzhu Kifayah serta Tahlil dan doa, baik di dalam Masjid usai Shalat berjamaah 5 waktu maupun di rumah-rumah warga setempat pada saat acara kenduri, paparnya.

Sebab kata Rajuddin, pemerintah setempat akan membayar jerih payah untuk setiap perangkat Masjid tersebut sesuai dengan tugasnya.

“Kalau kita tidak buat seperti itu, tidak akan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing, makanya kita menyurati seluruh Kechik agar diatur kembali. Tapi apabila tidak dijalankan pihak Kechik maka kami dari Syariat Islam akan turun langsung ke gampong-gampong yang ada di Abdya,”pungkasnya.

 
sumber: ajnn.net