Press Release

FISIP UNSYIAH Gelar Seminar Untuk Meneladani Laksamana Keumala Hayati

FISIP UNSYIAH Gelar Seminar Untuk Meneladani Laksamana Keumala Hayati

acehpost.co.id – Sekitar Kampus | FISIP UNSYIAH Gelar Seminar Untuk Meneladani Laksamana Keumala Hayati. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala akan menggelar kegiatan Memperingati Hari Kreatif dan Inovatif Dunia dengan tajuk Meneladani Sang Kreator dan Inovator Laksamana Keumala Hayati yang akan dilaksanakan pada 21 April 2015 di Benteng Inong Balee dan Makam Laksamana Keumala Hayati.

Kegiatan yang digagas oleh beberapa organisasi kebudayaan itu juga melaksanakan seminar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah.

Putra Rizki Youlan Radhianto, ketua BEM FISIP Unsyiah sekaligus ketua panitia pelaksana didampingi wakilnya Ryan Juliansyah, Kamis (16/04) di Banda Aceh, bahwa menurut mereka Laksamana Keumala Hayati adalah maha guru dan inovator pendidikan, kepemimpinan dan kemiliteran Asia Tenggara pada abad XVI Masehi.

“Laksamana Keumala Hayati telah menjadi inspirasi masyarakat dunia bahwa perempuan dan lelaki bisa sama-sama menjadi pemimpin besar, bahkan pemimpin perang besar yang terencana sekalipun. Di dunia ini, belum ditemukan perempuan yang sekaliber Laksama Keumala Hayati. Sebagai penduduk dunia, kata Putra, pihaknya mendukung hari Kreatif dan Hari Inovatif Dunia yang dicetuskan di Kanada beberapa tahun lalu dan dihadiri orang-orang dari 60 negara.” Jelas Putra.

Sementara itu Khalida Zia, Kabid Pemberdayaan Perempuan BEM FISIP Unsyiah mengatakan bahwa pihaknya akan memberitahukan kepada dunia bagaimana saat banyak laki-laki di Sumatera meninggal dalam perang dengan Portugis di Selat Melaka, Keumala Hayati mengumpulkan janda-janda dan melatih mereka bertempur yang diberi nama Laskar Inong Balee.

Baca   Anti Corruption Film Festival 2015, KPK gelar Roadshow di Aceh

Selain itu, Zia menambahkan pada kegiatan tersebut mereka akan membaca puisi di Benteng Inong Balee yang dibangun oleh Laksamana Keumala Hayati dan pasukannya.

“Setelah itu, terjadilah apa yang disebut inovasi kemiliteran dunia di Asia Tenggara. Para gadis pun ikut dalam Laskar Inong Balee, pasukan perang perempuan yang terlatih pertama di dunia. Kita akan membaca puisi di Benteng Inong Balee yang dibangun oleh Laksamana Kemala Hayati dan pasukannya,” tambah Khalida Zia.

Selain itu, Khalida Zia dalam siaran pers yang diterima acehpost.co.id, setelah membaca puisi selanjutnya rombongan akan menuju makam Laksamana Keumala Hayati di dekat pelabuhan Krueng Raya. Disana romobngan akan menggelar do’a bersama kepada perempuan yang hidup pada kurun waktu lebih 400 tahun lalu itu.

Untuk suksesnya kegiatan tersebut menurut Khalida, panitia mengajak dukungan Lembaga Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) dan PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki).

“Kami perlu meminta dukungan Mapesa yang telah mengenal lokasi acara dan masyarakat sekitarnya dengan baik. Juga, karena Laksamana Malahayati adalah didikan Maa’had Baitul Maqdis yang dibangun oleh ilmuan ahli yang diutus Khalifah Turki Usmani, maka kami juga mengajak PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki) mendukung. Alhamdulliah kedua lembaga kebudayaan yang konsisten memperjuangkan kesejatian Aceh tersebut bersedia mendukung acara ini sebisanya,” paparnya. [release]


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *