Banda Aceh

FPI: Anggota GAFATAR Harus Di Hukum Mati

FPI: Anggota GAFATAR Harus Di Hukum Mati

acehpost.co.id – Banda Aceh | FPI: Anggota GAFATAR Harus Di Hukum Mati. Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi di halaman kantor pengadilan negeri Kota Banda Aceh. Selasa (07/04/2015). Aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 wib. Dalam aksinya FPI menuntut bahwa seluruh anggota GAFATAR ( Gerakan Fajar Nusantara) yang mengikuti sidang hari ini harap dihukum mati.

“Hukuman yang cocok untuk GAFATAR adalah hukuman mati. Dengar para hakim, tolong para jaksa cari pasal yang jitu untuk menegakkan hukum ini, jangan bermain-main dengan hukum ini, kalau kita ingin terapkan hukum islam maka kita buktikan apakah hakim dipengadilan negeri ini mau melaksanakan syariat Islam atau bermain-main dengan pelaksaan syariat Islam. Kita peringatkan pada hakim hari ini kita inginkan hakim bermain bijak, hakim ingin buktikan bahwa hakim melaksakan syariat Islam. Bila hakim tidak melakukan sama sekali kita mohon nanti kepada mahkamah agung tarik hakim dari sini”.

Masih dari nara sumber yang sama, “Kasus ini kasus GAFATAR kasus GAFATAR bukan saja di Aceh. Disemua propinsi menolak GAFATAR karena jelas-jelas bertentangan dari pada undang-undang yang ada tentang keberagaman kerukunan tentang umat yang beragama. Karena GAFATAR mengakui tidak adanya tuhan, GAFATAR sama dengan komunis, GAFATAR sama dengan gerakan G 30 S PKI. Maka walaupun dia punya label mengakui Pancasila tapi pelaksanaanya tidak pancasilai maka wajar diberi hukuman yang seberat-beratnya. Ungkap salah satu korlap (koordinator lapangan) dalam aksi FPI kepada wartawan acehpost.co.id.

Baca   Besok! Pimpinan KPK Akan Hadir di Diskusi Komunitas Antikorupsi Aceh

Nama-nama anggota GAFATAR yang mengikuti sidang perdana pada hari ini adalah T. Abdul Fatah, Ridha Hidayat, Fuadi Mardhatillah, M. Althaf Mauliyul Islam, Musliadi, dan Ayu Ariestyana. Sidang perdana atas kasus mereka dipimpin lansung oleh hakim ketua Syamsul Qamar bersama anggota Muhifuddin dan Akhmad Nakhrowi Mukhlis. (rmj/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *