Dinul Islam

Ilmu Bagaikan Cahaya Dalam Kegelapan

Ilmu Bagaikan Cahaya Dalam Kegelapan

acehpost.co.id – Dinul Islam | Ilmu Bagaikan Cahaya Dalam Kegelapan. Dilihat dari sisi ibadah, sungguh menuntut ilmu itu sangat tinggi nilai dan pahalanya. Ilmu itu bisa di ibaratkan seperti lampu yang menjadi penerang dalam kegelapan malam, dengan ilmu kita dapat mengetahui tentang kewajiban dan larangan di dalam Islam, sehingga kehidupan kita di dunia ini tidak sia-sia. Pada suatu hari, Imam Syafi’ie berjumpa gurunya sambil menanyakan “mengapa aku mengalami kesukaran saat menghafal?” Gurunya, Imam Waqiq berkata: “Ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah SWT tidak akan di berikan kepada orang-orang bermaksiat.”

“Barang siapa pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan Sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah SWT) hingga ia sampai pulang kembali. ” (H.R.Turmizi).

Mengapa menuntut ilmu itu sangat tinggi nilainya dilihat dari sisi ibadah? karena amal ibadah yang tidak dilandasi dengan ilmu yang berhubungan dengan itu, maka akan sia-sia amalannya.

Realita sekarang banyak orang yang memiliki ilmu bukan pada bidangnya, sehingga pekerjaan yang di lakukan tidak sempurna terlaksanakan dan akhirnya sia-sia, sebuah pepatah Aceh menyebutkan “Keupeulom tajak sikula, mandum kana gob” (untuk apa pergi sekolah, semua sudah ada orangnya) ini adalah sungguh pemahaman yang keliru, karena ilmu dapat di ibaratkan seperti cahaya, akankah cahaya itu ada, kalau masih ada pemahaman seperti itu?

Baca   Cara Allah SWT Mewujudkan Harapan Kita

Dilihat dari sisi orang yang memiliki ilmu dengan yang tidak, maka sungguh jauh sekali perbedaannya.
Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al-Maidah ayat 11, yang artinya:
“Allah meninggikan orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa derajat.” (Q.S. Al-Maidah:11)
Ayat tersebut menggambarkan, betapa tinggi nilai dan derajat orang yang berilmu, dengan ilmu manusia akan memperoleh segala kebaikan, dengan ilmu manusia akan memperoleh kedudukan dan derajat yang mulia.

Mengingat pentingnya penyebaran ilmu bagi manusia, agar mereka tidak dalam kebodohan dan kegelapan, maka di perlukan kesadaran bagi para mu’allim, para guru dan ulama untuk meringankan tanggan menuntun mereka menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa ditanya tentang suatu ilmu, kemudian menyembunyikannya, maka Allah SWT akan mengekangkan mulutnya kelak di hari kiamat dengan kekangan dari api Neraka.” (H.R. Ahmad). (tau/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *