Opini

Ini Alasan Kenapa Harus Jauhi Narkoba

Ini Alasan Kenapa Harus Jauhi Narkoba

acehpost.co.id – Opini | Ini Alasan Kenapa Harus Jauhi Narkoba. Genderang perang sudah ditabuh untuk melawan bahaya narkoba. Ini tidak main-main. Anda sudah menyaksikan perang “bubat” memburu musuh bersama, yaitu narkoba. Tidak tanggung-tanggung, orang nomor wahid di negeri ini pun telah menyetujui ancaman hukuman mati bagi para pengedar narkotik dan obat-obatan terlarang (narkoba). Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengeraskan sikap terhadap para pengedar narkoba, jika perlu dengan hukuman mati (Media Indonesia, 7 Desember 1999).

Sekali Coba Binasa
Anda memang pantas takut bergaul dengan narkoba. Karena seperti kata iklan, sekali dicoba narkoba langsung disuka. Narkoba mampu membuat anda ketagihan alias sakaw dan menjadikan anda seorang junkies ‘pecandu’ yang menghamba luar dalam kepada narkoba. Sekalipun anda harus tersiksa sakaw, tapi anda tetap membutuhkannya, meski harus merogoh kocek dalam-dalam. Wah, seram!

Selain menguras uang, narkoba adalah zat yang amat beracun bagi tubuh anda. Banyak efek berbahaya pada narkoba, di antaranya sebagai berikut:

  1. Secara umum, pengguna narkoba akan menjadi kehilangan kepercayaan diri, lemah, kesulitan berfikir.
  2. Para pengguna ekstasi dan kokain akan mengalami perubahan tingkah laku yang menjurus ke arah paranoid dan antisosial sebagai akibat dari rusaknya sel-sel saraf otak. Sehingga, mereka dapat dengan mudah melakukan tindak kriminal.
  3. Penggunaan zat adiktif juga mengakibatkan gangguan konsentrasi.
  4. Heroin atau putaw juga dapat menyebabkan kematian. Hal ini dikarenakan narkotik dapat menekan pusat pernapasan yang terletak di batang otak (depresi pusat pernapasan), pembengkakan (edema) paru-paru secara akut atau karena terjadi reaksi yang fatal (syok-anafilaktik).
  5. Selain memberikan good tripping ‘rasa menyenangkan’, ekstasi juga memberikan bad tripping. Seorang pengguna yang sedang tripping bisa mengalami halusinasi untuk membunuh orang, atau bunuh diri seperti meloncat dari gedung tingkat tinggi karena terhalusinasi ada kolam renang di bawahnya.
  6. Ekstasi juga dapat meningkatkan tensi darah. Mereka yang tensinya tinggi akan dengan mudah terserang stroke karena pecahnya pembuluh darah di otak, yang lagi-lagi dapat mengantarkan kepada kematian.
  7. Dan, ekstasi juga dapat menyempitkan pembuluh darah perifer vasocinsyrici perifer), membuat pengguna merasa kedinginan, dan kesemutan. Untuk itu, ia harus menggoyangkan tubuhnya (tripping). Karena vasoconstricsi tersebut, si pengguna ttidak mungkin bisa ereksi.
  8. Di luar negeri tingkat kecelakaan lalu lintas akibat mengkonsumsi ekstasi ternyata telah meingkat.
Baca   Tim Kampanye Jokowi Jadi Komisaris Utama Jasa Marga

 

Anda tahu tentang AIDS kan?
Nah, makhluk yang satu ini ternyata akrab dengan para pecandu narkoba. Tidak percaya? Nih buktinya. Dari studi yang dilakukannya, pakar AIDS Dr. Zubairi Djoerban mengajukan beberapa bukti keterkaitan narkoba dan HIV/AIDS. Ia mengemukakan dalam beberapa bulan sampai di dengan bulan Oktober 1999, pasien baru yang didiagnosis atau dirujuk kepadanya—selaku spesialis penyakit dalam—biasanya 1-2 orang dalam satu bulan. Ia juga menambahkan bahwa dalam tinga minggu pertama bulan November 1999, ia menemukan sembilan kasus baru infeksi HIV/AIDS, dan tiga di antaranya pecandu narkoba.

Tapi kerugian yang lebih besar adalah ancaman akan hancurnya aset umat yang paling berharga, yaitu generasi Islam yang berkualitas. Mereka, para pemuda yang semestinya berada di garis terdepan perjuangan dakwah Islam, terpuruk dalam genggaman narkoba. Andaipun pulih, kelemahan tubuh mereka mungkin sulit untuk tergantikan kembali. Fungsi otak mereka yang telah teracuni narkoba relatif kalah bersaing dengan mereka yang berotak segar.

Karena itu, wajar bila muncul prasangka bahwa maraknya narkoba juga mengandung muatan politis. Ada dugaan bahwa ini adalah langkah sistematis untuk menghancurkan kekuatan kaum muslimin sejak tingkat usia muda. Meski tidak menyebut khusus korbannya adalah remaja Islam, Gubernur DKI Sutiyosi juga menyatakan tidak tertutup kemungkinan ada dimensi politis dalam hal ini (Garda, no. 34).

Baca   Hal Apa Saja Yang Disunnahkan Ketika Puasa?

 

Barang Haram
Narkoba itu, apapun jenisnya, adalah barang haram. Sabda Rasulullah S.A.W (artinya),

“Segala yang mengacaukan akal dan memabukkan adalah haram.” (H.R Imam Abu Dawud)

Syekh Ibnu Taimiyah sebagaimana yang dikutip Sayyid Sabiq dalam Fiqhus-Sunnah, menyatakan bahwa hadist tersebut mencakup segala benda yang merusak akal tanpa membeda-bedakan jenis dan tanpa terikat cara pemakaiannya, baik dimakan, diminum, dihisap maupun disuntik. Maka, benda-benda yang merusak akal tersebut—termasuk putaw, ekstasi dan sejenisnya dari anggota narkoba—jelas terkategori haram. Sebagaimana pedoman Islam, setiap pelaku perbuatan haram akan diganjar dengan hukuman.

Bagaimana dengan para penjualnya? Dalam hal ini terdapat kaidah umum dari para ulama yang berbunyi, “Apa saja yang diharamkan, maka diharamkan pula diperjual-belikannya.” Kaidah ini berlandaskan kepada hadist Rasulullah S.A.W dan Ibnu Abi Syuaibah, “Jika Allah mengharamkan sesuatu, haram pula harganya (yang diperoleh dari benda tersebut).” (tau/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *