Opini

KAMMI : Qanun Jinayat Penyelamat Generasi Masa Depan

Refleksi Hari Pendidikan Nasional

Opini – Aceh Tengah | Qanun nomor 6 tahun 2014 Tentang hukum Jinayat mulai diberlakukan di Aceh pada 23 Oktober 2015 lalu. Qanun ini mulai berlaku satu tahun setelah diundangkan pada 23oktober 2014 lalu.

Berlakunya Qanun hukum Jinayat secara otomatis Qanun Provinsi Aceh Nomor 12, 13, 14 Tahun 2003 Tentang khamar, maisir dan khalwat. Qanun nonor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat ditetapkan hanya untuk pelaku khamar, maisir, khalwat, ikhtilat, zina, pelecehan seksual, pemerkosaan, liwath, musahaqah, Qadzaf.

Dengan melihat moment tersebut Ketua Umum KAMMI Aceh Tengah Irwanto mengatakan “Kita berharap di Aceh tengan semua pihak bisa benar-benar bekerja sama untuk menegakkan hukum ALLAH ini” mulai dari stoke holder yaitu dinas terkait pada khususnya dan pemerintah daerah serta pemangku jabatan lainnya, juga rakyat selaku stake holder.
Ingat! jika kita mempermainkan hukum ALLAH bersiap-siaplah hal yang mudah bagi ALLAH untuk mempermainkan kita sebagai makhluknya.

Irwanto juga mengatakan, “Penegakan qanun jinayat secara tegas merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan generasi masa depan”.

Selain itu Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Aceh Tengah Lastri Fitri juga mengatakan “Dinas syariat Islam selaku pihak yang menangani hal ini kita berharap bisa benar-benar mensosialisasikan Qanun Jinayat kepada semua rakyat Aceh Tengah dan juga harus bisa mempasilitasi serta mengontrol tegaknya Qanun Jinayat di Aceh Tengah. (Irwanto)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *