Banda Aceh

Ketua DPD GAFATAR Aceh Ternyata Awak Awai

Ketua DPD GAFATAR Aceh Ternyata Awak Awai

acehpost.co.id – Banda Aceh | Ketua DPD GAFATAR Aceh Ternyata Awak Awai. Pengadilan Negeri kota Banda Aceh, mengenai sidang terhadap anggota GAFATAR (Gerakan Fajar Nusantara) di undur menjadi Selasa (14/04/2015) mendatang dalam kasus dugaan penistaan agama. Selasa (07/04/2015).

Informasi yang berhasil wartawan acehpost.co.id kumpulkan, nama-nama anggota GAFATAR yang mengikuti sidang perdana pada hari ini adalah T. Abdul Fatah, Ridha Hidayat, Fuadi Mardhatillah, M. Althaf Mauliyul Islam, Musliadi, dan Ayu Ariestyana. Sidang perdana atas kasus mereka dipimpin lansung oleh hakim ketua Syamsul Qamar bersama anggota Muhifuddin dan Akhmad Nakhrowi Mukhlis.

T. Abdul Fatah yang menjabat sebagai ketua DPD GAFATAR Aceh sebelumya pernah bergabung dengan Organisasi Komar (Komunitas Millah Abraham) pada Tahun 2009, dan pada Tahun 2011, T Abdul Fatah sudah pernah di syahadat-kan dan telah membuat surat pernyataan mengakui bahwa ajaran Millah Abraham adalah sesat, dan kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya yaitu sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadist.

Pada Tahun 2011 juga Organisasi Komar dibubarkan karena telah terbukti menyesatkan dan dilarang melalui keputusan bersama Pemerintah Aceh, Tahun 2013 T. Abdul Fatah kemudian masuk dalam anggota Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), awal 2014 ia diangkat menjadi ketua DPD GAFATAR Aceh.

Ajaran Gafatar dan Millah Abraham telah di larang di Propinsi Aceh berdasarkan keputusan bersama yang ditandatangani oleh Gubernur Aceh, Panglima komando daerah militer Iskandar Muda, Kepala Kepolisiaan Daerah Aceh, kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Kepala Pemerintahan Kementerian Agama Aceh.

Baca   Rektor Unsyiah Tidak Hadir Dalam Sidang Sengketa Informasi

Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh mengeluarkan fatwa kepada Organisasi Gerakan Fajar Nusantara(GAFATAR) adalah sesat, isi fatwa tersebut di antaranya:
1. Ajaran, pemahaman pemikiran, keyakinan, dan pendangkalan adalah metamarfosis dari Millah Abraham
2. Gafatar adalah sesat dan menyesatkan
3. Pengikut ajaran Gafatar adalah murtad
4. Sikap simpati kepada Gafatar adalah perbuatan mungkar
5. Setiap pengikut yang tidak bertobat akan dijatuhkan hukuman seberat beratnya.

JPU (Jaksa Penuntut Umum) terdiri dari Amriata, Lena Rosdiana, Syarifah, Nurhama, Evi Puspita, dan Yovandi. JPU mendakwa ke-enam pengurus Gafatar tersebut dengan Pasal 156a huruf a KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. (tau/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *