Banda Aceh

Mahasiswa Jadi Target Judi Online

Mahasiswa Jadi Target Judi Online

acehpost.co.id – Banda Aceh | Mahasiswa Jadi Target Judi Online. Pada era tehnology sekarang ini, judi online sangat banyak dimainkan oleh mahasiswa, judi online bahkan menyebabkan kecanduan bagi mahasiwa saat ini, Kamis (30/05/2015). Sebagian mahasiswa bukan lagi disibukan membuat tugas atau membuat prestasi di kuliahan, tapi mahasiswa lebih menyibukkan diri dengan memasang taruhan judi online yang sekarang ini marak beredar di internet, hal ini menyebabkan uang jajan bulanan mahasiswa menjadi berkurang, dan menyebabkan tunggakan biaya sewa tempat tinggal.

El (nama samaran -red), salah seorang mahasiswa di Kota Banda Aceh kepada acehpost.co.id bercerita pengalamannya tentang bermain judi online. “Umumnya bermain dengan cara mendaftar terlebih dahulu dan harus disertai mencantumkan nomor rekening kemudian untuk mentransfer sejumlah uang ke bandar judi yang dimaksud. Jika pemain kesulitan mendaftar atau ada kendala, abndar judi telah menyediakan situs judi yang bisa dihubungi via chatting online. Bukan itu saja, bagi pemula mendaftar atau sekedar ingin coba-coba, pemilik situs bahkan memberikan secara gratis uang virtual (tidak bisa di uangkan) yang bisanya nilainya US$50. Setelah pemain mendaftar, ikut memasang taruhan, lalu tinggal menunggu hasil pertandingan bola. Jika menang, uang langsung ditransfer ke rekening pemain.”

Setelah menengguk kopi didepannya, El kembali melanjutkan, untuk bisa bertaruh, para pemain harus melakukan registrasi terlebih dulu kemudian, para petaruh (pemain) akan memperoleh nomor personal identification number (PIN). “Setelah mendapat nomor PIN, petaruh bisa ikut berjudi online pada situs tersebut. Semua transaksi keuangan perjudian ini dilakukan melalui bank dan transfer ATM.”

Baca   Lomba Model Yamaha MIO 125 M3 FUN EXHIBITION

“Saya sangat senang ikut dalam judi online, karena taruhannya yang kecil bisa membuat pendapatan yang besar, tetapi itu kalau lolos dan judi online ini membuat saya penasaran dan mau menghabiskan hari-hari begadang hanya untuk menantikan hasil judi.” lanjut El.

Akibat judi ini El mengaku kiriman uang dari orang tua kadang habis dalam hitungan hari. Setelah itu, hutang sana sini untuk biaya hidup di Kota Banda Aceh, “selama saya banyak sekali mengalami kerugian, 4 smartphone 1 laptop jual dan sepeda motor terpaksa saya jual atau gadaikan demi modal untuk taruhan judi, tapi akhirnya kalah juga.” ujuar El.

Kini El sudah tidak percaya lagi pada permainan judi online karena menurutnya judi dalam bentuk apapun tidak pernah pemain menjadi pemenang “Saya tidak percaya lagi sama judi, karena pemain tidak pernah menang, the house always win (bandar selalu menang).” ujar El sambil menutup ceritanya. (tau/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *