Banda Aceh, Sekitar Kampus

Mahasiswa Trumon sambut Menteri Kehutanan dengan Aksi

AcehPost.co.id – Sekitar Kampus | Banda Aceh. Mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Trumon Induk, Kecamatan Trumon Tengah, Terumon Timur dan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan melakukan aksi damai didepan gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah Darussalam, Kamis (12/03). Hal tersebut dilakukan agar pemerintah mencegah PT BASS melakukan penggulingan lahan di wilayah mereka.

Aksi yang dimulai pukul 08.00 Wib itu meminta agar menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya segera keluar menemui mereka. Namun beliau tak kunjung keluar maka oleh pihak mahasiswa mengancam masuk kedalam dengan menggerakkan langkah secara serentak mengikuti perintah korlap.

_DSC0370

Melihat aksi tersebut pihak keamanan dari Polsek Syiah Kuala mencegat para mahasiswa agar tidak memasuki kedalam gedung karena acara sedang berlangsung dan mereka menyuruh untuk menunggu sampai acara selesai.

Setelah beberapa waktu menunggu sekitar jam 11.00 Wib namun acara tak kunjung selesai. Maka dari pihak mahasiswa kembali bangkit dan segera meminta masuk kedalam. Maka dari pihak keamanan memberikan izin dengan persyaratan agar tidak membuat keributan didalam gedung. Maka setelah menerima persyaratan tersebut seluruh mahasiswa memasuki gedung dengan mengikuti peraturan yang diberikan oleh pihak keamanan.

Setelah berada didalam gedung para mahasiswa mendengarkan penyampaian dari pemateri seminar karena saat itu seminar masih berlangsung. Beberapa waktu kemudian seminar selesai maka pihak seminar mempersilahkan kepada mahasiswa untuk menyampaikan permasalahan yang ada didaerah mereka.

Baca   KAMMI Instruksikan Aksi #UltimatumJokowi Serentak di 34 Provinsi

Adi Samridha selaku korlap lansung menuju kedepan dan menyampaikan semua permasalahan serta memberikan berkas-berkas kepada dirjen menteri kehutanan untuk dipelajari supaya PT BASS membatalkan penggulingan lahan di daerah mereka.

“ Masalah ini adalah masalah tukar guling dengan PT BASS di wilayah kabupaten Aceh Selatan. Wilayah tersebut meliputi kecamatan Trumon Induk. Trumon Timur, Trumon Tengah dan Bakongan Timur”. ujar Adi Samridha kepada acehpost.co.id.

Adi Samridha memandang, jika hutan di Trumon ditambah lagi dengan lahan perusahaan itu akan menyempitkan ekonomi masyarakat.

“ Yang menjadi masalah disini adalah dengan kawasan hutan yang luas disana dengan areal lahan warga yang sedikit ditambah lagi dengan lahan perusahaan tentu akan menyempitkan lahan masyarakat. Dengan lahan yang sudah ada saja masyarakat masih morat-marit ekonominya apalagi jika disempitkan lagi, bayangkan sendiri”. tegasnya.

” Kemudian yang kedua kami berharap lahan-lahan yang ada disana dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Namun Pemerintah memberikan izin kepada perusahaan. Tapi tidak ada pemberdayaan kepada masyarakat. Jadi seperti dijelaskan diseminar tadi yang dekat hutan lebih sengsara dari pada yang jauh dari hutan. Jadi itu harapan kami. Sebenarnya kasus ini sudah lama dari tahun 2010 kami advokasi namun tidak ada tanggapan.” tambah Adi Samridha. (rmj/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *