Takengon

Mahasiswa UGP Takengon Audiensi Kejelasan Lahan Kampus

mahasiswa ugp takengon audiensi kejelasan lahan kampus

AcehPost.co.id – Berita Daerah | Mahasiswa UGP Takengon audiensi kejelasan lahan kampus. Sejumlah mahasiswa kampus Universitas Gajah Putih, Takengon melakukan audiensi ke kantor DPRK Aceh Tengah untuk meminta kepada Anggota dewan dan Pemda agar peduli terhadap pendidikan terutama untuk Universitas Gajah Putih, Takengon. Senin, (16/03) di Gedung DPRK Aceh Tengah.

Para perwakilan seluruh organisasi mahasiswa internal dan eksternal kampus di Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon ini menuntut kejelasan status tanah yang berada di Belang Babangka, kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah.

“ Kami adalah Mahasiswa yang peduli terhadap kampus UGP yang sampai hari ini tidak ada kejelasan yang hakiki. Ini merupakan bentuk penzaliman terhadap mahasiswa Gajah Putih yang semakin hari semakin memburuk, sehinggga kami dari seluruh elemen organisasi internal dan ekternal kampus merasa bahwa pemerintah daerah, DPRK Aceh Tengah dan ketua umum yayasan membohongi publik terhadap status tanah yang berada di belang bebangka, kecamatan Pegasing Aceh Tengah.” Tutur Mulyadi SP selaku koordinator audiensi.

Salamah, salah satu perwakilan mahasiswa UGP yang turut hadir pada audiensi itu mengungkit masalah kebohongan yang dilakukan oleh DPRK pemerintah Aceh Tengah. Menurutnya, Pemda dan DPRK Aceh Tengah telah lama membohongi publik mengenai lahan kampus yang ada di Belang Babangka.

“ Pemerintah Daerah dan DPRK Aceh Tengah telah lama membohongi publik mengenai lahan kampus yang berada di Belang Bebangka, bukti ini dapat dilihat dari status kepemilikan tanah yang telah dimiliki secara perseorangan oleh 30 Anggota DPRK dan Kepala Dinas di Aceh Tengah. Ujar aktivis kampus UGP itu.

Baca   Puisi: Perihal Aku

“ Pada hakikatnya status tanah tersebut adalah aset Provinsi Aceh yang telah direkomendasikan oleh Gubernur Irwandi Yusuf pada tahun 2011 lalu guna kepentingan umum dan 30 hektar untuk lahan Universitas Gajah Putih. Namun hal tersebut tidak dijalankan oleh pemerintah daerah dan DPRK Aceh Tengah Sendiri.” Tambah Salamah.

Peserta audiensi tersebut terdiri dari lembaga Bem kampus Pertanian, Bem Ekonomi, Bem Fisipol, Bem Teknik Informatika dan perwakilan SEMA dan DEMA STAIN Gajah Putih Takengon serta seluruh elemen organisasi kemahasiswaan eksternal kampus seperti GMNI Aceh Tengah, KAMMI Aceh Tengah, HMI Aceh Tengah, PII Aceh Tengah dan IMM.

Mereka menghimbau agar mempertemukan seluruh mahasiswa dengan Muchsin Hasan, M.Si selaku ketua DPRK Aceh Tengah pada 2 hari mendatang.(diana/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *