Dinul Islam

MMM Riba, inilah penjelasan menurut Islam

Apakah MMM Riba, inilah penjelasan menurut Islam.
MMM atau Mavrodi Mondial Moneybox adalah suatu komunitas yang dibuat oleh Mr. Sergey Mavrodi untuk mensejahterakan anggota / partisipan yang gabung dengan cara saling membantu sesama anggota dengan diberikan imbalan / reward 30% per bulan dan bisa lebih. Jadi dalam sistem bisnis ini terjadi sirkulasi uang yang berputar-putar yaitu sesama member saling transfer mentransfer.

Dalam sistemnya ada PH yaitu Provide Help. Lalu setelah 1 bulan kita melakukan GH (Get Help) dan kita mendapatkanya 30%. Yang jadi masalah dari mana 30%? 30% itu dari misal kita sebagai A. A akan PH 1 juta. Lalu sistem mengacak orang2 yang akan menerima PH, sekaligus orang2itu membuat GH.

– A transfer ke B = 100 ribu
– A transfer ke C 500 ribu
– A transfer ke D 400 ribu

Lalu setelah kurang lebih 1 bulan, mavro IDR = mata uang rupiah dlm bentuk mavro itu akan menambah 30%.Dan setelah jatuh tempo dan mavro IDR sudah menjadi 1 juta 300, kita langsung GH. Oleh sistem sudah diatur dan orang2nya beda

– E transfer ke A = 200 ribu
– F transfer ke A = 500 ribu
– G transfer ke A = 100 ribu
– H transfer ke A = 500 ribu
E,F,G,H sedang melakukan PH, A melakukan GH.

Jadi uang akan selalu berputar dan waktu PH dan GH antar member tidak semuanya sama. MMM sama dengan money game skema ponzi dalam cara gamblang. Arisan berantai, tidak ada komoditas yang diperjualbelikan tapi nilai uang yang bertransaksi di dalamnya bertambah 30%.

Kalau bisa Memberi Bantuan mengapa Minta Bantuan (GH), apalagi setelah 1 bulan memberi bantuan, itu adalah kesalahan ber-logika. Dalam kenyatannya, peserta yang ikut MMM adalah mereka yang punya banyak uang dan ingin mengembangkan uangnya, jadi belum layak dibantu, masih banyak fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, dan sebagainya yang lebih layak mendapat bantuan.

Baca   Sesungguhnya, hati itu dapat berkarat sebagaimana besi berkarat

Prinsip muamalah syariah yang dilanggar oleh MMM.
1. MMM adalah riba sebagaimana yang dimaksud dalam Q.S. Ar-Ruum ayat 39
و ما اتيتم من ربا ليربوا في اموال الناس فانه لا يربو عند الله …
“Dan sesuatu riba yang kamu berikan agar bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.
Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan“. (Q.S. Ar-Ruum ayat 39)

Riba yang dimaksud ayat ini bukan riba hutang piutang, karena kata riba ditulis (الربا) bukan (الربي)

Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya, yang dimaksud riba dalam ayat ini adalah perbuatan memberi hadiah pada seseorang dengan maksud ingin mendapat balasan yg lebih banyak.

Perbuatan ini jamak dilakukan pada masa jahiliyyah sehingga orang enggan membayar zakat dan Rasulullah SAW. sangat membenci perbuatan ini. Islam juga mengajarkan kepada kita, agar ketika kita memberi sesuatu kepada orang lain, kita tidak mengharapkan imbalan yang lebih besar. Allah mengingatkan hal tersebut dalam Al-Quran Surat Al-Mudatsir ayat 6-7.
“Dan Janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk memenuhi perintah Tuhanmu, bersabarlah”. (Q.S. Al-Mudatsir ayat 6-7).

2. MMM menjadikan uang sebagai komoditas, bukan alat tukar.
Dalam prinsip muamalah Islam, Uang hanya sebagai alat tukar bukan komoditas yang diperjualbelikan atau mendatangkan keuntungan tanpa aktifitas.

Baca   Budaya Malu Korupsi

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ . الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al-Baqarah ayat 261-262).

Aktivitas MMM didasarkan pada upaya member get member agar transaksi terus berputar dan member lama mendapat keuntungan posisi. Member MMM akan memberi bantuan (Give Help) ke member lain yang ditunjuk sistem dengan nominal 1jt misalnya. Setelah transaksi dikonfirmasi, si pemberi bantuan akan berharap pada sistem agar dia juga mendapat bantuan senilai 1jt+30%. Aktifitas itu dibungkus dalam bahasa sedekah. Sedekah yang dimaksudkan agar mendapat imbalan yg lebih banyak seperti dimaksud dalam poin 1.

Islam mengajarkan agar sedekah yang kita berikan, diorentasikan untuk akhirat. Saat kita telah menyiapkan dana untuk disedekahkan, kita sudah memiliki niat untuk mendapatkan pahala akhirat.

Baca   Zakat Tanggulangi Kebutuhan Gawat Darurat Mustahik

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menasehatkan, agar sekecil apapun sedekah yang kita berikan, dilatar belakangi karena ketakutan kita kepada hukuman Allah,

فَلْيَتَّقِيَنَّ أَحَدُكُمُ النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Kalian harus merasa takut kepada neraka, meskipun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak memiliki kurma, gunakan kalimat yang baik. (HR. Bukhari 1413, Muslim 1016 dan yang lainnya).

Seperti itulah Islam, mengajarkan kepada umatnya, membangun semangat anti pamrih dalam amal yang bersifat sosial. Apalagi mengharapkan imbalan dari kebaikan yang telah diberikan.

Ini menunjukkan bahwa transaksi MMM tidak sejalan dengan prinsip yang diajarkan dalam islam, dan tidak selayaknya dilestarikan.

Keputusan Riba atau bukan terpulang kepada pandangan pribadi masing-masing. Marilah kita berfikir dan bertindak secara logis dengan didasari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, janganlah membodohi diri sendiri dengan ideologi dan logika demi materi semata. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua. Allahu a’lam.