Banda Aceh

Panitia Asrama Haji Siap Sambut CJH 2014

BANDA ACEH – Menjelang masuknya Calon Jamaah Haji (CJH) Aceh ke Asrama Haji Banda Aceh pada 18 September mendatang, pihak panitia haji mengaku sudah mempersiapkan berbagai keperluan jamaah selama berada di asrama tersebut. Antaranya, persiapan tempat tidur, ruang makan, kebutuhan air, dan menyediakan genset untuk antisipasi ketika listrik padam.

Hal itu disampaikan Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Drs Herman MSc kepada Serambi seusai rapat koordinasi persiapan akhir PPIH, PPPIH, dan satgas embarkasi Aceh yang dipimpin Kakanwil Kemenag Aceh, Drs Ibnu Sa’dan MPd, di Asrama Haji Banda Aceh, Senin (15/9).

Herman menambahkan, dalam rapat tersebut disampaikan bahwa masing-masing instansi terkait seperti kesehatan, perhubungan, Garuda Indonesia, imigrasi, dan lainnya menyatakan siap untuk menyambut jamaah haji tahun ini. “Sejauh ini masing-masing instansi belum menemukan kendala yang berarti. Terkait kelengkapan dokumen jamaah juga sudah siap semuanya,” ujar Herman.

Selain itu, kata Herman, untuk tempat tidur jamaah seluruhnya sudah diganti dengan spring bed yang sebelumnya tingkat dua. Juga ditambah 85 double bed, 75 single bed, dan delapan extra bed.

Persiapan lainnya yang dilakukan, CJH akan diterima di Gedung Arafah Asrama Haji Banda Aceh. Sebelumnya CJH diterima di Gedung Misfalah yang tergabung dengan ruang makan. Tapi pada musim haji tahun ini diterima di gedung lain berdekatan dengan masjid yang berada di lingkungan Asrama Haji Banda Aceh.

Baca   Pansus: Pelantikan Wakil Wali Kota Banda Aceh Tunggu Putusan Kemendagri

Mengantisipasi kekurangan air, Herman menambahkan asrama haji kini difasilitasi Fiber Rainforced Plastic (FRP) untuk menampung stok air bersih. Penampungan ini menampung air sebanyak 180 kubik dan dapat menjamin ketersediaan air dalam jumlah banyak saat jamaah ramai.

“Selama ini untuk kesediaan air di asrama haji sumbernya dari PAM, apabila macet maka tidak ada air. Dengan adanya penampungan air, maka kita tidak tergantung lagi dengan PAM karena sekarang airnya berasal dari sumur bor,” ujarnya.

Menurut Herman, air yang masuk ke tempat penampungan disterilkan lebih dulu sebelum dialirkan ke pemondokan tempat menginap jamaah. Pengadaan FRP yang berasal dari APBN 2013 ini berada di samping Gedung Arafah dan berdekatan dengan sumur bor dan pompa air. Selain adanya penampungan air, juga terdapat mesin genset 500 KVA untuk mengantisipasi jika tiba-tiba mati listrik.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), Drs H Slamet Effendi Yusuf MSi serta dua anggota lainnya. Kedatangan KPHI untuk memantau persiapan Embarkasi Haji Aceh menjelang masuknya para JCH.

Pada kesempatan itu, Slamet berharap pemberangkatan jamaah haji dapat berjalan dengan baik dan sukses. Menurutnya, untuk memberikan pelayanan yang baik kepada jamaah dimulai dari asrama haji sebagai titik awal kepuasan bagi jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. (una)

sumber: aceh.tribunnews.com

Wartawan

acehpost.co.id adalah situs media berita Aceh terkini yang bertujuan untuk memberitakan informasi seputar Aceh, nasional, internasional, teknologi, agama Islam, dan sebagainya yang kami kemas dengan bahasa yang mudah dipahami, akurat, dan terkini.


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *