Banda Aceh

Pengadaan Buku Kisah Hasan Tiro Senilai 2.8M Dibatalkan Oleh Pemerintah Aceh, Ada Apa?

Pengadaan Buku Kisah Hasan Tiro Senilai 2.8M Dibatalkan Oleh Pemerintah Aceh, Ada Apa

acehpost.co.id – Banda Aceh | Pengadaan Buku Kisah Hasan Tiro Senilai 2.8M Dibatalkan Oleh Pemerintah Aceh, Ada Apa?. Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Aceh membatalkan pengadaan buku berjudul Hasan Tiro: Jalan Panjang Menuju Damai Aceh. Belum diketahui secara jelas apa alasan pembatalan pengadaan buku yang alokasi anggarannya mencapai Rp2,8 miliar tersebut.

Kepala Unit Layanan Pengadaan Aceh Kamal, M.T. saat dikonfirmasi acehpost.co.id membenarkan telah ada pembatalan tender pengadaan buku itu. “Iya, benar telah dibatalkan, sesuai surat yang disampaikan Badan Arsip kepada kami,” kata Kamal, Rabu (15/4/2015).

Data yang diperoleh dari seorang rekanan yang mengikuti tender pengadaan buku menunjukkan bahwa pihaknya telah diberi tahu perihal pembatalan itu. Rekanan yang tidak mau disebutkan namanya itu menunjukkan surat elektronik yang diterima dari panitia Layanan Pengadaan Secara Elektronik Aceh.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa alasan pembatalan adalah Surat Kuasa Pengguna Anggaran Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh selaku Pejabat Pembuat Komitmen Paket Pekerjaan Nomor 602.1/757 Tanggal 13 April 2015 Perihal Penundaan Pelelangan Pengadaan Pengolahan Buku Hasan Tiro: Jalan Panjang Menuju Damai Aceh untuk perpustakaan umum, perpustakaan pencontohan kecamatan, perpustakaan gampong, dan perpustakaan sekolah kabupaten/kota.

Tidak ada rincian alasan yang disebutkan dalam surat tersebut. Saat berkali-kali menghubungi telepon genggam Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh Anas M. Adam, tapi tidak diangkat. Pesan pendek yang dikirim juga belum dibalas.

Baca   Bos besar Ericsson Group datang ke Indonesia

Sebelumnya, pengadaan buku untuk tahun anggaran 2015 itu menuai kritik aktivis di Aceh. Mantan aktivis mahasiswa Aceh, Redha Vahlevi, menilai anggaran pengadaan buku itu tak wajar di tengah kondisi masyarakat yang mayoritas berada di bawah garis kemiskinan. “Bayangkan jika anggaran Rp2,8 miliar dialokasikan untuk membangun rumah duafa, bisa dapat 40 unit rumah,” katanya. (kha/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *