Press Release

Prodi Sosiologi Unsyiah Launching Buku Bertemakan “Kearifan Lokal”

logo acehpost.co.id

Banda Aceh, Prodi Sosiologi Fisip Unsyiah, melaunching 2 buku sekaligus yang bertemakan “Kearifan Lokal”, acara ini dibuka Oleh Ka.Prodi Sosiologi, Bukhari MHSc, yang menjelaskan bahwa suatu kebanggaan karya dosen Sosiologi dipublikasi untuk menjawab berbagai masalah sosial yang terjadi dewasa ini, karya ini bermanfaat untuk akademisi dan praktisi, dan semoga terus bertambah karya-karya dari dosen lainnnya. Lauching buku menghadirkan pembanding yang sangat paham pada bidangnya, diantaranya Prof. Dr. Bahren T. Sugihen, MA, (Sosiolog) dan Dr. Effendi Hasan (Ka.Prodi Ilmu Politik) membedah buku yang ditulis oleh Masrizal, MA dengan judul “Pengendalian Masalah Sosial Melalui Kearifan Lokal” dalam pertemuan tersebut kedua pembanding memberikan masukan yang berarti untuk kesempurnaan buku tersebut, diantaranya Prof. Dr. Bahren memberikan penajaman pada pentingnya kearifan lokal dalam konteks Aceh dilihat pada makna Institusi Sosial dalam menjawab permasalahan sosial di Aceh, disamping itu penting adanya perbandingan bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah lain dalam penyempurnaannya. Hal senada juga disampaikan oleh pembanding kedua Dr. Effendi Hasan yang memberikan tekanan pada beberapa hal yang substansial dan teknis dari buku, selanjutnya penulis diarahkan pada makna kearifan lokal dilihat dari legitimasi Undang-undang pemerintahan Aceh (UUPA) yang telah mengatur pola penyelesaian masalah sosial sehingga nilai-nilai ke-Acehan lebih memiliki makna.

Masrizal, MA, dalam paparanya menyampaikan buku Pengendalian masalah sosial melalui kearifan lokal ini pada awalnya merupakan bahan ajar dalam bentuk modul yang dicetak sendiri oleh penulis yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan mata kuliah Masalah Sosial di Prodi Sosiologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala, dan Mata Kuliah Kebijakan dan Perencanaan Sosial di Prodi Pengembangan Masyarakat Islam dan Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry, Selanjutnya buku ini lahir dari pengalaman penulis dalam beberapa penelitian yang pernah dilaksanakan yang berhubungan dengan masalah sosial, yakni tentang konflik antar etnik, balapan liar yang dilakukan oleh remaja, yang kemudian bentuk penyelesaiannnya diperankan oleh kelompok atau komunitas masyarakat secara lokal dengan pendekatan adat dan agama.

Baca   BEM STIT Muhammadiyah Abdya terpilih adakan Safari Ramadhan

Namun titik tekan buku ini mengarah pada memahami bagaiamana tahapan analisis masalah sosial yang sebenarnya betul-betul memberikan solusi pemecahan masalah sosial melalui kearifan local. Dikarenakan dalam menganalisa itu sendiri perlu adanya aktifitas yang memuat tentang mengurai masalah tersebut secara mendalam, membedakan, memilah dan memilih mana yang lebih dikatakan sesuatu hal dikatakan masalah sosial, dan kemudian kita mampu dengan benar-benar menafsirkannya sebagai sebuah masalah sosial. Dalam menganalisis masalah sosial seorang sosiolog atau pekerja sosial perlu memahami secara mendalam tentang melakukan pendekatan jenis analisa datanya, biasanya analisa data dapat kita lakukan dengan pendekatan kuantitatif maupun dengan pendekatan kualitatif.

Selanjutnya buku yang kedua ditulis oleh Sabirin, M.Si, yang berjudul “Pemberdayaan masyarakat Berbasis Kearifan Lokal”, dengan Pembanding Dr. Mahmuddin, M.Si ( Sosiolog) dan Dr. Bustami, M.Hum (Antropolog). Dalam kajian buku ini Dr. Mahmuddin, M.Si (pembanding) memberikan beberapa masukan untuk kesempurnaan buku dengan memberikan beberapa catatan penting dari karya tersebut diantaranya, fakta empiris harus dieksplor lebih dalam menjadikan Meunasah sebagai bentuk arah pemberdayaan dan ide-ide kelembagaan diterjemahkan. Selanjutnya, Dr. Bustami, M.Hum, buku yang ditulis oleh Sabirin melihat pada Meunasah sebagai sebuah model kearifan lokal dan Meunasah sebagai sebuah pusat pemberdayaan masyarakat. Titik tekan dari buku tersebut dari pembanding adalah bagaimana kedepannya penulis mampu mengeksplor lebih dalam kajian meunasah sebagai sebuah kontrol sosial. Disamping itu Sabirin, juga menyampaikan beberapa poin penting tentang karyanya yang menjelaskan tentang betapa fungsi meunasah sebagai sebuah kearifan local yang mampu menjawab persoalan sosial yang dihadapi oleh masyarakat, dan meunasah sebagai sebagai sebuah institusi dan sumberdaya sosial yang memiliki peran strategis bagi pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini dimoderatori oleh Khairulyadi, MHSc, (Sekretaris Prodi Sosiologi) dan pertemuan yang berjalan dua jam tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta dan para akademisi yang hadir dengan memberikan beberapa pertanyaan yang mengarah kepada model kearifan lokal di Aceh dalam menjawab permasalahan sosial. Hadir dalam kegiatan tersebut para Pembantu Dekan, Ka.Prodi pada empat Prodi yang ada dalam lingkungan Fisip Unsyiah juga para dosen, Praktisi, para mahasiswa Unsyiah dan UIN Ar-Raniry. (Press Release – Masrizal, MA / Ketua Lab Sosiologi, Dosen dan Peneliti FISIP Universitas Syiah Kuala).

Wartawan

acehpost.co.id adalah situs media berita Aceh terkini yang bertujuan untuk memberitakan informasi seputar Aceh, nasional, internasional, teknologi, agama Islam, dan sebagainya yang kami kemas dengan bahasa yang mudah dipahami, akurat, dan terkini.


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *