Sastra

Puisi: Aya, Cahaya Kerlip

Puisi: Aya, Cahaya Kerlip

Aya, Cahaya Kerlip
Karya Elfiyani

Kadang terbit penuh sinar
Muncul merekah barakan nyali
Kadang pula terbenam amat belia
Silih berganti
Terbit dan terbenam tak tentu
bumipun segan tuk berkeluh
Akhirnya ia pasrah kepada alam
Meskipun bumi merindu
Tidakkah mentari itu paham?
Munculnya selalu dinanti
Atau bumi terlampau luas?
Hingga mentari kalah tuk bersinar
Tak ada keluhan
Juga tak ada sebab
Hanya tanda tanya buram
Kemudian lenyap tanpa jawaban
Tak ada cengkerama
Tak ada lagi cahaya
Ruang telah sempit
Sadar atau tidak
Bumi amat tersiksa
Ia menanti tiada henti
Sayangnya mentari tak juga kembali.
Itulah kau!
Teman dihariku
Dan aku sibumi penuh kerinduan
Rindu kasihmu yang kau bawa pergi
Engkau mentari harapan
Muncullah kembali
Aku menantimu!!!

Baca   Sajak: Bangkit Pemuda

Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

One comment on “Puisi: Aya, Cahaya Kerlip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *