Lhokseumawe

Ratusan Warga Kembali Protes ExxonMobil

LHOKSEUMAWE – Ratusan orang dari berbagai elemen sipil, Kamis (28/8) kembali berdemo di depan pintu Point A ExxonMobil, Kecamatan Nibong, Aceh Utara. Aksi yang sama juga sudah mereka lakukan pada Senin (25/8). Ini adalah kelanjutan dari demo yang sebelumnya (Baca: 100 Warga Lhoksukon Protes terhadap ExxonMobil).

Sejak pukul 09.00 WIB seratusan polisi dan TNI sudah berada di lokasi itu. Sedangkan 200-an pendemo baru tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah tiba di lokasi, pendemo langsung mulai mendirikan tenda. Tujuannya, bila tidak ada solusi dari manajemen ExxonMobil terkait tuntutan mereka, pendemo akan menginap di lokasi tersebut.

Usai mendirikan tenda, pendemo langsung membentuk dua tim, dimana tim induk tetap berada di depan pintu gerbang utama Point A dan satu tim lainnya menuju pintu gerbang bandara dengan melarang pekerja keluar dari Exxon. Sekitar pukul 11.00 WIB, pendemo mulai beraksi dengan membentang sejumlah spanduk berisi tuntutan mereka. Lalu, pendemo berorasi secara bergantian.

Koordinator Aksi, Zulfami, menjelaskan, demo kali ini direncanakan berlangsung tujuh hari sesuai surat izin dari polisi, termasuk izin mendirikan tenda di depan pintu Point A. Pada kesempatan itu, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan (beberapa tuntutan pendemo lihat boks).

Usai pendemo menyampaikan tuntutan, sekitar pukul 12.00 WIB pihak humas ExxonMobil mendatangi mereka. Perwakilan perusahaan meminta perwakilan pendemo bermusyawarah dengan mereka dalam lingkungan Exxon. Namun, permintaan itu ditolak pendemo.

Baca   100 Warga Lhoksukon Protes terhadap ExxonMobil

“Kami hanya mau bermusyawarah dengan perwakilan manajemen Exxon yang bisa mengambil kebijakan dan musyawarahnya di lokasi kami berdemo. Bila tidak, kami akan terus menduduki lokasi ini,” tegas Zulfahmi. Hingga berita diturunkan pukul 18.30 WIB, pendemo masih berada di lokasi tersebut.(bah)

 
sumber: aceh.tribunnews.com