Banda Aceh

Rektor Unsyiah Tidak Hadir Dalam Sidang Sengketa Informasi

rektor unsyiah tidak hadir dalam sidang sengketa informasi

AcehPost.co.id – Berita Penting | Banda Aceh. Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Ir Syamsul Rizal M.ENg selaku termohon tidak hadir dalam sengketa informasi yang dilakukan oleh Komisi Informasi Aceh (KIA). Rektor Unsyiah menjadi termohon karena disengketakan oleh Kepala Pustaka Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA), Safutra Rantona terkait permintaan informasi.

Sidang sengketa informasi yang dipimpin langsung oleh Ketua KIA, Afrizal Tjoetra berlangsung selama beberapa jam digedung Komisi Informasi Aceh (KIA), Kamis (12/3/2014) di Banda Aceh. Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim membacakan kembali kronologis sehingga terjadinya sengketa informasi.

Ketua Majelis, Afrizal Tjoetra dalam sidang tersebut mempertanyakan kepada panitera sidang terkait ketidakhadiran termohon yaitu Rektor Unsyiah dalam sidang yang sudah diagendakan ini. Pihak Panitera menjelaskan bahwa ketidak hadiran termohon karena adanya Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh Unsyiah.

Dalam sidang tersebut, Ketua Mejelis juga mempertanyakan terkait tujuan dari pemohonan informasi yang dilakukan oleh Pemohon, Sehingga ketika nanti data sudah didapatkan agar tidak disalahgunakan oleh pihak Pemohon.

“Kami ingin mempertegas kembali tujuan permintaan data ini untuk apa, kalau data sudah didapat mau dikemanakan, ini penting kami pertanyakan,” kata Ketua Majelis, Afrizal Tjoetra

Selaku Pemohon yaitu Safutra Rantona mengatakan tujuan meminta data tersebut adalah untuk mempelajari lebih dalam dan sekaligus bentuk kontrol seorang alumni terhadap kampus.

Baca   Pengadaan Buku Kisah Hasan Tiro Senilai 2.8M Dibatalkan Oleh Pemerintah Aceh, Ada Apa?

“Saya selaku alumni juga ingin melihat dan mengontrol anggaran yang selama ini diterima oleh Unsyiah. Saya juga ingin mendorong Unsyiah agar lebih terbuka, karena sepengetahuan saya, Unsyiah belum memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID),” jelas Safutra didepan majelis Hakim.

Selain itu, Pemohon juga mengharapkan kepada Unsyiah setelah sengketa informasi ini selesai untuk lebih terbuka dan bisa memberikan pelayanan yang baik terhadap mahasiswa/i maupun masyarakat ketika meminta data kepada pihak Unsyiah.

“Ketika saya meminta data, saya pribadi belum mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak Unsyiah, mungkin ini kedepan perlu ditingkatkan kembali, sehingga Unsyiah kedepan bisa lebih baik,”

Setelah mendengarkan penjelasan Pemohon, Ketua Majelis juga mengatakan bahwa, Pemohon sudah melengkapi syarat sehingga permasalahan ini sudah masuk dalam sengketa informasi publik, seperti legal standing pemohon terpenuhi, jangka waktu sudah terpenuhi.

“Ini sudah masuk ranah sengketa informasi, kami (KIA) sudah wajib menyelesaikan kasus sengketa informasi ini, “ jelas Afrizal Tjoetra

Untuk itu, Ketua Majelis Hakim menyuruh panitera sidang untuk kembali menyurati termohon yaitu Rektor Unsyiah untuk bisa hadir pada sidang selanjutnya. Kemudian ketua Majelis hakim juga mengskor sidang sampai berlangsungnya sidang selanjutnya.(srd/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *