Banda Aceh

Salah Tata Kelola, 21.000 Hektar Hutan Rusak Setiap Tahunnya

AcehPost.co.id – Berita Penting | Banda Aceh. Salah tata kelola, 21.000 hektar hutan rusak setiap tahunnya. Direktur Rumoh Transparansi Aceh Ilham Sinambela meminta pemerintah serius untuk memperbaiki tatakelola sektor kehutanan di Aceh. Menurut Ilham kerusakan hutan di Aceh mencapai 21.000 hektar setiap tahunnya. Kerusakan ini disebabkan tatakelola hutan Aceh yang belum maksimal.

Menurut pengakuan Ilham, seharusnya pemerintah Aceh harus memiliki inisiatif untuk menjaga komitmen kelestarian hutan dengan mengacu kepada Undang – Undang No 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh.

“Dengan Asumsi 1 hektar, bisa menghasilkan 30 meter kubik setiap tahunnya, jika ini tidak dibarengi dengan kemampuan tumbuh kawasan hutan Aceh, akan berdampak pada kerusakan lingkungan yang luar biasa,” Kata Ilham Sinambela kepada acehpost.co.id, Rabu (11/03) di Banda Aceh.

Ilham menegaskan, pemerintah Aceh memiliki peluang untuk memperbaiki sektor kehutanan, melalui moratorium perizinan melalui hutan konversi.

“ Ditahun 80-an mekanisme pengelolaan hutan itu disebut dengan KPH (Kawasan Pengelolaan Hutan), memalui mekanisme konversi, hutan lindung, hutan produksi dan perkebunan,” tambah Ilham.

Menurut Ilham, yang menjadi masalah saat ini Pemerintah Aceh tidak memiliki Rencana Pengelolaan (RP) yang seharusnya dibuat oleh pemerintah dalam waktu jangka panjang.

“ Master Plan tata kelola sektor hutan saat ini masih mengacu pada masa Badan Reintegrasi Aceh saat masih beraktivitas di Aceh,” jelas Ilham.

Baca   Si Jago Merah Telan Kantor Pusat Bank Aceh

Pemerintah Aceh, tegas Ilham harus merumuskan Kawasan Pengelolaan Hutan, sesuai dengan fungsi hutan yang ada di Aceh, seperti hutan produksi, hutan lindung dan kawasan perkebunan.(SRD/AP)


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *