Sastra

Shiny Rain

Saat itu rinai hujan turun dengan lembutnya membasahi semesta raya..
masih membekas di telinga dan memoriku akan suara mu..

Saat itu rinai hujan turun dengan lembutnya membasahi semesta raya..
Tahukah kau darah ini berdesir saat itu, gugup terngungu..
Bibir terkatup, nafas memburu..
Mata berbinar, pipi bersemu malu..

Saat itu rinai hujan turun dengan lembutnya membasahi semesta raya..
Pikiran meracau menderu, tak tertuju pada pembicaraan mu..
Hanya berusaha membayangkan bentuk rupamu dari suaramu..

Saat itu rinai hujan turun dengan lembutnya membasahi semesta raya..
Masih kuingat suara tawamu ketika kau menertawakan ku yg terperangkap gugup..
Masih kuingat urutan pertanyaan-pertanyaanmu yang membuat hayalanku buyar..
Masih ku ingat pengetianmu untuk menutup pembicaraanmu dengan sopan karna kau menyadari kegugupanku..

Saat itu rinai hujan turun dengan lembutnya membasahi semesta raya..
Perasaan menggebu.. pikiran kacau.. semuanya terasa menjadi menyenangkan..
Semburat merah muda tak pudar dari pipi seiring senyum yang setia menemani..

Saat itu rinai hujan turun dengan lembutnya membasahi semesta raya..
Saat itu pula aku menyadari aku mulai jatuh cinta 🙂

Cut Vie
sumber

Baca   Puisi itu lagu