Features

Sikap Mulia Seorang Fotografer di Mesjid Raya Baiturrahman

acehpost.co.idSikap mulia seorang fotografer di mesjid raya baiturrahman. Saat itu sekitar jam 11.00 Wib hujan mulai turun membasahi kota Banda Aceh. Saya yang sedang mengedarai sepeda motor dijalan lintasan depan halaman  Mesjid Raya Baiturrahman berhenti mencari tempat berteduh. Lalu saya menuju ketempat parkir di depan pintu gerbang Mesjid Baiturrahman. Setelah memarkirkan sepeda motor terus saya langsung menuju ke teras mesjid nomor wahid di Aceh itu untuk berlindung dari guyuran hujan yang sudah mulai turun.

Terdiam hanya meratapi guyuran hujan di halaman Mesjid sambil melipat kedua tangan di depan dada. Entah apa yang ada dibenak mereka? Baralih dari itu, terus saya memperhatikan di teras sebelah Mesjid. Teras tersebut berada diposisi tengah diantara ketiga teras Mesjid Raya Baiturrahman. Disana saya melihat ada seorang pria rentah yang berdiri tegab dengan kamera DSLR yang bergantung di dada yang dibalut dengan plastik berwarna kuning.

Pria tersebut ternyata seorang fotografer biasanya di Mesjid Baiturrahman memang banyak fotografer yang mangkal dihalaman Mesjid tersebut. Mereka biasanya menawarkan jasa foto kepada tamu-tamu yang datang dihalaman Mesjid dengan tawaran 15 ribu/lembar.

Beberapa saat saya memperhatikannya kemudian ia bergerak beberapa langkah kearah dua orang wanita yang hendak menuju ke teras. Maka saya berpikir, mengapa ia menuju kearah wanita itu. Apa yang akan dilakukannya? Ternyata pria itu melangkahkan kakinya kearah wanita tersebut untuk menegur mereka karena mereka telah menaikkan sandal ketangga teras Mesjid. Tetapi pria itu hanya memberikan bahasa isyarat dengan menggerakkan kedua tanganya dengan maksud agar sandal jangan dinaikkan ketangga tapi letakkan dibawah karena bisa mengotori tangga Mesjid.

Baca   Balada Pekerja Pabrik Batu Bata Ujong Patihah

Lalu kedua wanita itu mengambil sandalnya ditangga dan dipindahkan kebawah tangga pembatas, kembali wanita tersebut menuju ke teras, setiba di teras kedua wanita tersebut kembali diingatkan oleh pria fotografer itu dengan memberikan kata-kata aturan bahwasanya aturan di Mesjid tersebut tidak boleh menaikkan sandal diatas tangga, dan tulisan larangannya sudah tertulis dibagian tangga.

Betapa bijaknya pria itu meskipun ia hanya sebagai fotografer disana ternyata ia juga memperhatikan dan menjaga kebersihan Mesjid. Alangkah baiknya jika semua orang bersikap seperti beliau karena sesungghuhnya beliau bukanlah petugas kebersihan Mesjid yang digaji tetapi ia mau menjaga kebersihan Mesjid dengan sukarela dan ikhlas. Sikap yang luar biasa dan perlu kita contoh. Semoga Allah membalas jasa beliau dengan memberikan kemudahan rizki dan pahala baginya. Amin.[rmj/AP]


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *