Banda Aceh

SSG MIPA UNSYIAH Meriahkan Maulid HIMMAS Sawang, Aceh Selatan

SSG MIPA UNSYIAH Meriahkan Maulid HIMMAS Sawang, Aceh Selatan

acehpost.co.id – Banda aceh | SSG MIPA UNSYIAH Meriahkan Maulid HIMMAS Sawang, Aceh Selatan. Grub Rapai Sanggar Seni Geulumbang (SSG) MIPA UNSYIAH tampil di acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Sawang (HIMMAS), Aceh Selatan. Acara tersebut berlangsung di aula Asrama Putra Mahasiswa Kecamatan Sawang, Desa Rukoh. Minggu (12/04/2015)

Saat tampil, SSG mendapatkan apresisasi dari seluruh undangan yang hadir. hal tersebut diberikan karena SSG menunjukkan penampilan menariknya saat tampil dipanggung. Anggota SSG yang tampil yakni Helmiadi (Pelatih dan Ketua), Jaswadi (Sekretaris), Ade, Rexi, Sailul, Bukhari,Aulia, dan Amir (Anggota).
Selain itu beberapa penjabat asal Kecamatan Sawang juga turut hadir di acara maulid tersebut diantaranya. Mahyiddin Ali (Aggt. DPRK Banda Aceh), Tgk. H. Muhibbussubris, S.Ag (Aggt. DPR Aceh), dan Hedriyono (Aggt. DPR Aceh).

SSG MIPA UNSYIAH Meriahkan Maulid HIMMAS Sawang, Aceh Selatan
Mahyidin Ali dalam sambutannya menyampaikan ”Saya disini merasa agak sedikit kecewa karena seolah-olah ada prinsip HIMMAS dulu, HIMMAS sekarang. Karena saya lihat pengurus-pengurus yang lama tidak tampak disini. Mungkin pengaruh komunikasi atau apa. Jadi tolonglah tingkatkan komunikasi, kehadiran tokoh-tokoh masa lalu sangat penting karena mereka adalah orang-orang yang peduli Sawang. Disini adalah tempat kita bersilahturahmi. Misalkan ada yang sakit kita kunjungi dan ada yang meninggal kita datangi.”
Masih dalam sambutan Mahyidin Ali “Saya juga menghimbau kepada grub seni daerah Kecamatan Sawang seperti grub Rapai Geleng agar kami yang di DPRK ini dapat difungsikan, karena Rapai Geleng adalah budaya daerah yang harus dipertahankan. Maka bagaimana caranya kami yang DPRK dimanfaatkan. Karena kami nanti dapat mengarahkan dengan uang pemerintah untuk kepentingan budaya. Saya melihat di Jawa sana, dengan orang mati bisa menghidupkan orang hidup. Contohnya seperti kuburan-kuburan kiai, disana turis-turis yang datang mencapai ribuan orang untuk berkunjung. Akhirnya wisatawan-wisatawan seperti itu bisa terbentuknya ekonomi Masyarakat. Maka dengan itulah dikatakan orang mati bisa menghidupkan orang hidup. Jadi kami minta sama adek-adek yang ada kegiatan apa saja tolong manfaatkan kami di DPRK yang ada di Banda Aceh.” Ungkap Mahyidin Ali. (rmj/AP).


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *