Lhokseumawe

Tgk Ni: Seluruh Butir Kesepahaman MoU Helsinki Harus Dilaksanakan

LHOKSEUMAWE – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pasee (Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe) Tgk Zulkarnaini Hamzah (Tgk Ni) mengharapkan sembilan tahun damai Aceh ini seluruh butir-butir dalam kesepakatan itu diimplementasikan, sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera.

“Sembilan tahun sudah perjanjian damai terwujud, namun belum seluruhnya butir kesepahaman tersebut terwujud,” katanya di Lhokseumawe, Senin (11/8/2014), menyikapi peringatan sembilan tahun proses perdamaian Aceh.

Perjanjian damai yang dilakukan 15 Agustus 2005 di Helsinki, memiliki makna luas yang harus dijaga. Salah satu upaya menjaga perdamaian yang ada, adalah dengan mengimplementasikan segala butir-butir kesepahaman yang telah disepakati bersama antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia.

Menurut mantan kombatan GAM ini, peringatan sembilan tahun damai Aceh, tidak hanya sebatas seremonial belaka. Namun harus direfleksi dan dievaluasi proses apa yang telah dicapai selama waktu tersebut.

“Bagi kami, berbagai butir kesepahaman MoU Helsinki harus dilakukan. Kita juga mengingat korban konflik dan juga pejuang yang telah syahid hingga perdamaian ini terwujud,” ungkap Tgk.Zulkarnaini.

Lebih lanjut katanya, pemerintah pusat harus serius dengan masalah damai Aceh. Agar tidak menimbulkan masalah baru dimasa mendatang. Karena perjanjian adalah sebuah utang yang harus ditunaikan. Kepada pemerintah Aceh, juga sangat didorong untuk dapat terus bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mewujudkan berbagai kesepahaman tersebut.

Sebagaimana dikatakan olehnya, bahwa tujuan dipercepatnya berbagai butir kesepahaman dalam MoU Helsinki, adalah untuk masyarakat Aceh juga. Dimana, dalam berbagai butir kesepahaman dimaksud, termaktub kepentingan masyarakat untuk dapat hidup lebih makmur dan sejahtera.

Baca   Ratusan Warga Kembali Protes ExxonMobil

“Ini untuk mewujudkan masyarakat Aceh yang makmur dan sejahtera. Berbagai persoalan yang timbul dalam penjabaran butir kesepahaman tersebut dapat diselesaikan dengan baik tanpa ada kendala serta tetap berorentasi kepada apa yang telah disepakati bersama,” tegas Tgk. Zulkarnaini.

Dirinya juga mengingatkan, bahwa masa kepemimpinan presiden SBY akan segera berakhir. Sebagaimana janji yang pernah diucapkan oleh presiden SBY, bahwa sebelum berakhir masa jabatannya, masalah Aceh harus diselesaikan.

Tambahnya lagi, mengenang Sembilan tahun Damai Aceh, kepada masyarakat Aceh untuk dapat bersabar dan berdoa. Agar perdamaian yang telah dicapai dapat terjaga dengan baik serta seluruh butir kesepahaman MoU Helsinki dapat segera terwujud, ungkap tokoh masyarakat Aceh Utara dan Lhokseumawe itu.(AntaraAceh)