Aceh Utara

TKW Dari Bireuen Dianiaya Majikan di Malaysia Sampai Buta Total

BIREUEN – Penganiayaan terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia di negeri jiran Malaysia kembali terjadi. Kali ini menimpa Zainabon (57) warga Rancong, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Malaysia.

Berdasarkan berita dikutip dari atjehlink.com, Zinabon ke Malaysia dibawa oleh seorang calo dari Bireuen. Ia berangkan via Medan, Sumatera Utara pada 6 Mei 2014 silam dengan harapan mendapat uang besar dan hidup yang lebih baik.

Naas, Zainabon harus menderita setelah disiksa oleh majikannya, seorang keturunan India. Zainabon kini tidak bisa berjalan serta sampai buta total. Selain itu, tubuh Zainabon juga memar-memar. Zainabon dibawa pulang oleh KBRI pada 3 September 2014 via Banda Aceh.

Kuat dugaan, Zainabon juga menjadi korban trafficking (penjualan manusia-red), karena semenjak bekerja di Malaysia, TKW tidak menerima gaji dari hasil jerih payahnya menjadi pembantu rumah tangga serta membantu majikannya membuat ramuan obat dari Lintah.

Camat Kuta Blang, Drs M Dahlan MM, Kamis (11/9/2014) di ruang kerjanya mengatakan, setelah mendapat kabar, dirinya langsung menjenguk Zainabon di Gampong Krumbok dimana ia dirawat setelah dibawa pulang dari Malaysia pada, Selasa (9/9) lalu.

“Kondisi korban cukup memperihatinkan dan korban juga berasal dari keluarga miskin. Kami berharap pemerintah kabupaten dan provinsi bisa turut membantu korban,” ungkap M Dahlan.

Menurut Camat, banyaknya masyarakat Bireuen khususnya Kuta Blangyang mengadu nasib ke Malaysia karena minimnya ketersediaan lapangan kerja di Kabupaten Bireuen. “Ini menjadi salah satu faktor mengapa banyak warga kita yang mengadu nasib ke Malaysia. Selain itu juga karena iming-iming gaji besar di Malaysia,” tambah M Dahlan.

Baca   Wakil Gubernur Aceh hadiri Maulid Pemuda Aceh Utara

Informasi terakhir, kata M Dahlan, korban telah dibawa ke rumah sakit oleh masyakat gampong, namu dirinya belum mengetahui ke rumah sakit mana Zainabon dirawat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilisasi Penduduk, Kabupaten Bireuen, M Akmal SSos MA yan dihubungi via telepon mengaku, dirinya tidak mengetahui adanya TKW Bireuen disiksa di Malaysia.

“Saya belum mengetahui tetang informasi terkait penyiksaan TKW, mungkin yang bersangkutan ketika berangkat ke Malaysia melalui ‘belakang’, makanya tidak ada data di dinas sosial,” pungkas Akmal (HL).


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *