Berita Daerah

Warga Tagih Janji Bupati Jufri Tentang Listrik Gratis

AcehPost.co.id – Berita Derah | Warga tagih janji bupati Jufri tentang listrik gratis. Terkait dengan janji Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tentang program listrik gratis mulai dipertanyakan kejelasannya oleh sejumlah warga di Kabupaten setempat. Karena janji yang pernah diutarakan oleh Bupati Jufri Hasanuddin pada awal tahun 2014 lalu itu, belum juga terlihat realisasinya, saat hampir memasuki pertengahan tahun 2015 ini.

Alimuddin, warga Kecamatan Manggeng, Kamis (12/3), mengatakan, keseriusan pemkab untuk merealisasikan program listrik gratis pada masyarakat, sesuai dengan stiker yang ditempel pada setiap rumah warga masih diragukan. Sebab, hingga saat ini, janji Bupati Jufri Hasanuddin masih terkesan jalan di tempat.

“Stiker yang mencantumkan pogram listrik gratis itu, tertempel di sejumlah rumah warga Abdya, janjinya pada bulan Januari 2015 akan terealisasi. Yang ada hanya raskin gratis, sementara listrik gratis masih dipertanyakan,” ujarnya.

Masyarakat sebenarnya sangat mendukung pogram tersebut, karena selain merupakan trobosan baru, juga sangat membantu kehidupan masyarakat miskin di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat. “Tapi Buktikan hal itu,” cetus Ali.

Sementara itu, Manajer PLN Ranting Blangpidie, Persatuan Harahap mengakui program listrik gratis belum berjalan. Sebab, saat ini Pemkab Abdya dan PLN Blangpidie masih dalam tahap membahas bagaimana mekanisme subsidi listrik gratis dimaksud.

“Pihak PLN pada Rabu (11/3) telah diundang rapat dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya guna membahas program listrik gratis ini. Namun, saya belum mengetahui secara pasti, kapan program itu akan dimulai, apakah dihitung dari bulan Januari atau bulan Maret, bahkan bisa jadi pada bulan-bulan yang lain,” katanya.

Baca   Mahasiswa Beutong Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Dari data yang diperlihatkan pada hasil rapat tersebut, Pemkab Abdya telah melakukan pendataan terhadap rumah pelanggan PLN yang menerima subsidi, yakni sekitar 8.346 pelanggan. Namun data itu belum secara keseluruhan, sebab masih ada sejumlah desa yang belum terdata.

Pemkab Abdya akan mensubsidi tagihan listrik warga miskin, dengan ketentuan penggunaan listrik pelanggan tersebut haruslah berkapasitas dua amper dan pembayaran tagihan di bawah Rp50 ribu.

“Dari program itu, Pemkab Abdya akan mengeluarkan anggaran sekitar Rp3 miliar setahun dari APBK tahun 2015, untuk membayar tagihan listrik rumah warga miskin,” jelasnya.

Masih kata Harahap, dalam rapat tersebut, Pemkab Abdya tidak menyebutkan secara rinci mengenai program listrik gratis itu. Padahal pelanggan listrik di Abdya terbagi dalam dua jenis pembayaran, yaitu listrik pasca bayar dan pra bayar. Sedangkan yang direncanakan oleh Pemkab Abdya hanyalah bagi pelanggan listrik pasca bayar.

“Hal ini masih belum pasti, apakah subsidi ini khusus bagi pelanggan yang pasca bayar, sedangkan di Abdya tercatat sekitar 315 unit rumah bantuan untuk warga miskin berkapasitas dua amper menggunakan listrik pra bayar. program ini sedikit rumit, dan yang paling penting kami akan menjalankan program itu sesuai dengan data yang diberikan oleh Pemkab Abdya, selebihnya kita tidak tahu,” demikian terangnya.

Menganggapi hal tersebut, Sekda Abdya Drs Ramli Bahar yang dihubungi terpisah, membenarkan bahwa hingga kini pogram tersebut belum bisa direalisasi. Sebab data rumah warga pelanggan PLN yang dikenakan subsidi masih belum maksimal.

Baca   Proyek Anggaran 2014 di Simeulue Sarat Korupsi

Editor: six/AP
Sumber: harianaceh.co


Berikan komentar tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *