Sastra

Puisi: KUDETA

puisi: kudeta

Sedap-sedap, pedih
Gatal-gatal, perih
Digaruk, susah
Dibiarkan, memerah

Entah air, darah atau nanah
Yang jelas gatal-gatal, getir
Tusuk kanan kiri, salah
Ganti arah, atas bawah, makin parah

Menjalar-jalar dalam misteri kehadiran
Tetap saja fana bukti keberadaan
Sayup-sayup berita derita hasil kudeta
Nama samaran sang ‘kude buta’

 

Puisi karya Ayu ‘Ulya
(Murid hantu Kelas Menulis Jeuneurob. Datang sesekali waktu, lenyap berminggu-minggu)

Baca   Dalam Gemerlap Malam

Tulis pendapat kamu tentang berita diatas?

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *